Cerita Haru Aymen Hussein: Ayah Dibunuh Al-Qaeda, Kini Cetak Gol di Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
FOXBOROUGH, investortrust.id – Skor akhir menunjukkan Irak kalah 1-4 dari Norwegia pada laga perdana Grup I Piala Dunia 2026. Tapi, di balik kekalahan itu, Aymen Hussein meninggalkan kisah yang jauh lebih besar dari sekadar hasil pertandingan.
Penyerang berusia 30 tahun tersebut mencetak gol bersejarah yang memberi harapan bagi Irak sekaligus menjadi simbol perjuangan panjang hidupnya. Dari kehilangan ayah akibat konflik bersenjata hingga mengantar negaranya kembali ke Piala Dunia setelah 40 tahun, perjalanan Aymen Hussein adalah kisah tentang keteguhan menghadapi tragedi.
Gol Aymen Hussein pada menit ke-39 sempat membungkam pendukung Norwegia di Foxborough. Sundulan tajamnya membalas gol pembuka Erling Haaland dan membuat skor menjadi 1-1.
Baca Juga
Lihat Aksi Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Lionel Scaloni Tak Bisa Berkata-kata
Bagi para pendukung Irak, momen itu terasa sangat spesial. Gol tersebut menjadi gol kedua Irak sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia dan yang pertama sejak negara itu kembali tampil setelah penantian empat dekade.
“Dia (Aymen Hussein) adalah tipe pemain yang sangat sulit dikendalikan di dalam kotak penalti. Saya sangat bahagia dan bangga kepadanya,” kata pelatih Irak, Graham Arnold, dilansir ESPN.
Namun, perjalanan hidup Aymen Hussein menuju panggung terbesar sepak bola dunia jauh dari kata mudah. Dia tumbuh di Irak pada masa penuh gejolak, ketika sepak bola sering menjadi satu-satunya pemersatu masyarakat di tengah konflik berkepanjangan. Dia menyaksikan langsung bagaimana keberhasilan Irak menjuarai Piala Asia 2007 mampu menyatukan rakyat yang saat itu hidup dalam situasi sulit.
Sayang, tragedi pribadi kemudian menghantam keluarganya. Pada 2008, saat Aymen Hussein baru berusia 12 tahun, ayahnya, yang merupakan prajurit militer Irak, tewas ditembak anggota Al-Qaeda ketika sedang membeli bahan bangunan untuk rumah keluarga mereka.
Duka itu belum berakhir. Beberapa tahun kemudian, kakak laki-lakinya diculik saat situasi keamanan memburuk dan hingga kini tidak pernah ditemukan.
Cobaan hidup yang berat sempat membuat Aymen Hussein ingin meninggalkan sepak bola demi membantu keluarganya. “Saya memutuskan berhenti bermain sepak bola untuk mengurus keluarga, tetapi ibu saya menolak,” ujar Aymen Hussein dalam sebuah wawancara.
Sang ibu justru mendorongnya untuk terus mengejar mimpi. Keputusan itu akhirnya mengubah jalan hidup Aymen Hussein dan membawa dia menjadi salah satu pemain terpenting dalam sejarah sepak bola Irak.
Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 juga tidak berjalan mulus. Awal bulan ini, Aymen Hussein sempat ditahan dan diperiksa selama sekitar tujuh jam di Bandara O'Hare, Chicago, saat tiba di Amerika Serikat. Dia akhirnya diizinkan masuk ke negara tersebut, meski fotografer tim nasional Irak dilaporkan gagal memperoleh izin masuk.
Di lapangan, Aymen Hussein terus membuktikan kualitasnya. Sejak 2023, dia menjadi andalan utama Singa Mesopotamia berkat kemampuan duel udara dan ketajamannya di kotak penalti.
Saat Irak menjalani kampanye kualifikasi Piala Dunia yang bersejarah, Aymen Hussein tampil sebagai pencetak gol terbanyak tim dengan 12 gol, lebih dari dua kali lipat dibanding pemain Irak lainnya.
Aymen Hussein juga menjadi pahlawan saat mencetak gol kemenangan 2-1 atas Bolivia pada laga play-off antarkonfederasi yang memastikan Irak kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.
Meski sempat diragukan karena minim menit bermain bersama klubnya, Al-Karma, Aymen Hussein menjawab semua keraguan dengan penampilan penuh semangat melawan salah satu tim paling berbahaya di turnamen. “Dia mengalami beberapa cedera sepanjang musim. Bisa bermain selama 90 menit dengan energi seperti itu dan mencetak gol adalah sesuatu yang fantastis,” ujar Graham Arnold.
Irak memang kalah dari Norwegia. Tapi, bagi Aymen Hussein, mencetak gol di Piala Dunia adalah kemenangan atas masa lalu yang penuh luka. Dan, selama penyerang itu masih berdiri di garis depan, Irak masih punya alasan untuk bermimpi di Grup I yang juga dihuni Prancis dan Senegal.
Baca Juga
Menolak Tua! Lionel Messi Rebut Panggung Piala Dunia 2026 Dari Kylian Mbappe dan Erling Haaland
