Lupakan Politik, Pendukung dan Penentang Rezim Iran Bersatu di Stadion Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
INGLEWOOD, investortrust.id – Para pendukung maupun penentang rezim Iran Bersatu di stadion saat Team Melli menjalani laga perdana Piala Dunia 2026.
Iran menunjukkan daya juang tinggi pada laga perdana Grup G Piala Dunia 2026 dengan menahan imbang Selandia Baru 2-2 di SoFi Stadium, Inglewood, Selasa (16/6/2026) pagi WIB. Team Melli dua kali tertinggal sebelum akhirnya berhasil mengamankan satu poin berharga.
Hasil tersebut terasa istimewa mengingat Iran datang ke turnamen dalam situasi yang tidak mudah. Sejak pecahnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada Februari lalu, persiapan tim sempat terganggu, termasuk perpindahan kamp latihan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko.
Iran bahkan tetap memilih tampil di Piala Dunia setelah permintaan mereka untuk memindahkan seluruh laga fase grup dari Amerika Serikat ditolak FIFA.
Di tengah atmosfer yang sarat nuansa politik, pertandingan berlangsung menarik sejak menit awal. Selandia Baru mengejutkan ribuan pendukung Iran ketika Elijah Just mencetak gol pembuka pada menit ketujuh.
Gol itu bermula dari keberhasilan kapten Chris Wood memotong distribusi bola lawan sebelum mengalirkannya ke Just, yang menyelesaikan peluang dengan tendangan voli akurat.
Iran perlahan menemukan ritme permainan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-32. Ramin Rezaeian mencetak gol indah dengan sentuhan luar kaki setelah memanfaatkan bola liar di sisi kanan kotak penalti.
Namun, Selandia Baru kembali unggul pada menit ke-54. Lagi-lagi kerja sama apik Chris Wood dan Elijah Just membuahkan hasil ketika sang penyerang melepaskan tembakan yang menembus kerumunan pemain.
Tak ingin pulang tanpa poin, Iran kembali bangkit. Pada menit ke-64, Rezaeian mengirim umpan panjang akurat yang disambut sundulan Mohammad Mohebbi untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Laga ini juga berlangsung dalam atmosfer yang unik. SoFi Stadium, yang berada di kawasan Los Angeles, wilayah dengan populasi diaspora Iran terbesar di luar negaranya, dipenuhi ribuan pendukung Team Melli.
Di luar stadion, sejumlah kelompok melakukan aksi protes terhadap pemerintah Iran. Sementara di dalam stadion, sebagian penonton dari komunitas diaspora terlihat membelakangi lapangan saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan. Tapi, setelah pertandingan dimulai, mayoritas tetap memberikan dukungan kepada para pemain.
Bendera "Lion and Sun", simbol Iran sebelum Revolusi Islam 1979, juga tampak berkibar di tribun meski sebelumnya dikabarkan tidak diperbolehkan FIFA. Bendera itu berdampingan dengan bendera Republik Islam Iran, yang diakui FIFA dan PBB.
Seusai pertandingan, para pemain dari kedua tim saling berpelukan dan bertukar jersey sebagai simbol sportivitas. Para pemain Iran kemudian mengelilingi lapangan untuk menyampaikan apresiasi kepada ribuan pendukung mereka yang terus memberikan dukungan sepanjang laga.
Baca Juga
Kocak! Marcelo Biesla Jelaskan Foto Viral di Sesi Pemotretan Piala Dunia 2026
