Kanada Raih Poin Perdana Piala Dunia, Jesse Marsch Apresiasi Kinerja Pemain
Poin Penting
|
TORONTO, investortrust.id – Pelatih Kanada Jesse Marsch mengapresiasi kinerja pemain setelah timnya menorehkan sejarah baru di Piala Dunia 2026 dengan menorehkan poin perdana dalam sejarah turnamen.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kanada menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia putra, Hasilnya, mereka langsung meraih poin perdana setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia-Herzegovina di BMO Field, Toronto, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB.
Meski gagal mengamankan kemenangan, hasil tersebut tetap menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Kanada. Selain mengakhiri rentetan enam kekalahan beruntun di Piala Dunia sejak debut pada 1986, Kanada juga akhirnya berhasil mengoleksi poin pertama di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Baca Juga
Amerika Serikat Hajar Paraguay di Piala Dunia 2026, Christian Pulisic Cedera
Hanya saja, perjalanan menuju hasil bersejarah itu tidak mudah. Bosnia-Herzegovina sempat membungkam puluhan ribu pendukung tuan rumah setelah unggul lebih dulu pada awal pertandingan. Keunggulan itu bertahan hingga laga memasuki menit ke-79.
Saat harapan publik Kanada mulai memudar, penyerang Cyle Larin muncul sebagai penyelamat. Baru masuk sebagai pemain pengganti beberapa menit sebelumnya, striker Southampton itu langsung mencetak gol penyeimbang lewat sentuhan pertamanya di pertandingan. Gol tersebut memicu ledakan kegembiraan di seluruh stadion dan mengubah atmosfer menjadi pesta besar bagi para pendukung tuan rumah.
Sejak pagi, suasana Toronto memang sudah terasa berbeda. Ribuan suporter mengenakan atribut merah khas Kanada berbondong-bondong menuju stadion untuk menyaksikan momen bersejarah yang telah lama dinantikan. Berbagai generasi hadir, mulai dari para veteran pencinta sepak bola hingga keluarga yang membawa bayi mereka untuk menjadi bagian dari sejarah pertama Piala Dunia di tanah Kanada.
Sebelum pertandingan dimulai, suasana semakin meriah berkat penampilan dua ikon musik Kanada, Michael Buble dan Alanis Morissette, yang membawakan lagu-lagu pembuka di hadapan para penonton.
Di lapangan, Kanada sebenarnya tampil lebih dominan dibanding lawannya. Bosnia-Herzegovina yang memilih menyimpan veteran berusia 40 tahun, Edin Dzeko, lebih banyak mengandalkan situasi bola mati untuk mengancam gawang tuan rumah. Sebaliknya, Kanada terus menekan sepanjang pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Pelatih Kanada Jesse Marsch mengakui timnya tampil kurang maksimal pada babak pertama. Namun, ia memuji respons para pemain setelah turun minum.
"Saya merasa tidak cukup baik mempersiapkan tim untuk babak pertama. Tapi respons yang kami tunjukkan di babak kedua serta pesan-pesan yang saya sampaikan saat jeda pertandingan membantu tim bangkit," ujar Marsch, dikutip ESPN.
Marsch juga memberikan pesan khusus kepada para pendukung Kanada. Menurutnya, keramahan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Kanada perlu sedikit diubah saat tim nasional bermain di kandang sendiri.
"Ketika para pemain mulai berkembang dalam pertandingan, terutama di babak kedua, dukungan penonton semakin besar dan semakin berpengaruh. Itulah yang kami butuhkan. Kami ingin suporter mendorong tim, memberi tekanan kepada wasit, dan menciptakan atmosfer yang tidak nyaman bagi lawan," kata Marsch.
Meski hanya meraih satu poin, hasil ini menjadi fondasi penting bagi Kanada untuk melangkah lebih jauh. Mereka kini bersiap menghadapi Qatar pada laga kedua grup yang akan digelar pekan depan.
Marsch menilai tampil di Piala Dunia sebagai tuan rumah memberikan sensasi yang berbeda dibanding pertandingan internasional biasa. "Kami banyak membicarakan besarnya momen ini. Piala Dunia di kandang sendiri adalah pengalaman yang berbeda. Stadion terasa berbeda, lebih besar, dan atmosfernya juga jauh lebih spesial dibanding sebelumnya," tutupnya.
Baca Juga
Siap Bawa Belanda Berjaya di Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Tak Masalah Cuaca Panas
