Thailand Kawinkan Gelar Juara Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Turnamen golf junior bergengsi, Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 resmi berakhir pada Jumat (12/6/2026). Kompetisi yang digelar di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta ini sukses melahirkan juara-juara baru, dengan dominasi besar dari tim golf asal Thailand.
Ketua Ciputra Golfpreneur Foundation Nararya Ciputra Sastrawinata menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menunjukkan sportivitas luar biasa sepanjang pekan turnamen.
"Menjelang akhir dari Kejuaraan Dunia Junior Mandiri Ciputra Golfpreneur 2026 ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh pemain atas pekan golf, sportivitas, dan persahabatan yang luar biasa. Selamat kepada para juara individu kita, Parin Sarasmut dari Thailand untuk kategori putra, dan Kanyarak Pongpithanon yang juga dari Thailand untuk kategori putri, atas pencapaian mereka yang luar biasa. Selamat juga untuk Tim Thailand karena telah menampilkan yang terbaik, maksud saya, karena telah menjadi juara di bawah format kompetisi tim baru kami," ujar Nararya.
Parin Sarasmut memastikan kemenangannya dengan 204 pukulan atau 12-under untuk menjuarai boys division. Adapun Kanyarak Pongpithanon menjadi juara girls division dengan 208 pukulan atau 8-under.
Penyelenggaraan tahun 2026 ini tercatat sebagai salah satu edisi paling kompetitif dan multinasional dengan kehadiran peserta dari puluhan negara. Turnamen golf junior tersebut menjadi salah satu ajang internasional terbesar di kawasan Asia Pasifik. Para peserta berasal dari Australia, Bangladesh, Kamboja, China, Chinese Taipei, Denmark, Jerman, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Irlandia, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Namibia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand, Uganda, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Vietnam.
"Tahun ini telah menjadi tahun yang bersejarah bagi kejuaraan kami, karena kami menyambut para pemain dari 29 negara. Melihat turnamen kami terus berkembang dan menghubungkan para pegolf muda dari seluruh dunia adalah sesuatu yang sangat kami banggakan," tambah Nararya.
Sebagai bentuk apresiasi dan jenjang karier ke tingkat yang lebih tinggi, para juara utama dipastikan mendapatkan tiket untuk bersaing di level profesional. Juara putri, Kanyarak Pongpithanon, mendapatkan tempat di Indonesia Women's Open 2027. Sementara juara putra, Parin Sarasmut, berhak atas undangan bertanding di Turnamen Ciputra Golfpreneur 2026 Asian Development Tour.
"Kami berharap peluang-peluang ini akan berfungsi sebagai tonggak sejarah penting saat mereka melanjutkan perjalanan menuju peringkat profesional. Kepada seluruh peserta, baik kalian pulang membawa trofi maupun tidak, kalian harus bangga dengan apa yang telah kalian capai. Golf adalah tentang hal yang lebih dari sekadar skor dan hasil, ini tentang belajar, berkembang, berteman, dan menciptakan kenangan yang akan bertahan seumur hidup," kata Nararya.
Baca Juga
Ratusan Atlet Muda Berlaga di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026
Lebih lanjut, Nararya juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bank Mandiri selaku sponsor utama, seluruh mitra pendukung seperti Damai Indah Golf, Asosiasi Golf Indonesia (AGI), serta dukungan khusus dari Asia-Pacific Golf Confederation (APGC).
Kemenpora Beri Apresiasi
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) turut memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Ciputra Golfpreneur Foundation dalam membina atlet-atlet muda.
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gunawan Suswantoro, yang hadir mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga, menegaskan pentingnya turnamen junior seperti ini sebagai fondasi masa depan olahraga golf Tanah Air. Turnamen ini dinilai menjadi langkah strategis dan efektif dalam membangun ekosistem serta prestasi cabang olahraga golf di Indonesia.
"Mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan menggelar Junior World Championship 2026. Penyelenggaraan ini sangat membangun efektivitas cabang olahraga golf," ungkap Gunawan.
Gunawan menekankan bahwa kompetisi di tingkat junior memiliki peran yang sangat krusial. Ajang ini menjadi wadah penempaan dan persiapan matang bagi para pegolf muda sebelum mereka melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, regenerasi yang sehat melalui turnamen seperti ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan teknik para atlet saat mereka memasuki kategori senior nantinya.
"Golf ini adalah junior yang akan mempersiapkan untuk atlet-atlet senior. Di mana atlet senior itu bisa bertambah tekniknya, tambah maju, dan sangat bermanfaat untuk kita semuanya," tambahnya.
Lebih jauh, Gunawan juga menyoroti pentingnya sinergi antara ekosistem golf senior dan junior. Perlu ada komitmen yang jelas agar kontinuitas pembinaan atlet muda dapat terus terjaga demi masa depan olahraga golf yang berkelanjutan.
"Golf senior akan mempunyai komitmen yang jelas bahwa junior-junior ini akan mendukung golf itu bisa berjalan dengan baik. Jadi sekali lagi selamat kepada Ciputra. Mudah-mudahan golf ini akan berlanjut sampai kapan pun," pungkas Gunawan.
Dalam kesempatan yang sama, bagi Parin ini adalah kemenangan keduanya di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship. Kemenangan pertama diraih pada tahun tahun 2023, sementara tahun lalu dia menjadi runner up.
"Saya sempat mengalami kesulitan di sembilan hole pertama, benar-benar bukan sembilan hole pertama yang saya harapkan. Pukulan kedua saya di hole pertama itu malah masuk ke air, sehingga membuahkan bogey. Tapi saya berusaha untuk kembali fokus dan senang bisa bangkit dan menciptakan birdie di hole 2, lalu mendapatkan sejumlah momentum di sembilan hole terakhir, kata Parin. Pada putaran final tadi ia mencetak empat birdie dan membuat satu bogey. Skor total yang ia ciptakan kali ini menyamai skor kemenangan yang ia raih ketika pertama kali menjuarai ajang ini," jelasnya.
Setelah menambah panjang daftar kesuksesannya, pegolf berusia 17 tahun ini ingin pulang ke rumahnya di Thailand dan beristirahat sebelum kemudian mengikuti ajang Toyota Junior World Cup, dua pekan mendatang.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Kanyarak Pongpithanon. Keinginannya mengikuti jejak sejumlah pegolf Thailand yang telah memenangkan kejuaraan ini akhirnya tercapai.
"Saya merasa luar biasa bangga dan senang, terutama karena tim Thailand bisa memenangkan girls dan boys overall, ujar dia. Selama pertandingan, pegolf berusia 17 tahun ini berusaha untuk menjaga konsentrasi dan emosinya. Permainan saya hari ini sebenarnya tidak begitu bagus, tapi saya berusaha untuk tetap tenang dan fokus untuk melakukan pukulan demi pukulan," ucapnya.
Asal tahu saja, Thailand juga menjadi juara kategori beregu setelah mengumpulkan skor 620, diikuti oleh Korea (630), dan Indonesia (648).
