Kisah Joshua Brenet Dibuang Julian Nagelsmann, Kini Lawan Jerman di Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
BOCA RATON, investortrust.id – Kisah hidup bek Curacao Joshua Brenet menjadi salah satu cerita paling menarik dibahas di Piala Dunia 2026.
Curacao akan mengawali kampanye bersejarah Piala Dunia perdana dengan menantang raksasa Jerman di NRG Stadium, Houston, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Ini akan menjadi pertandingan nostalgia Brenet, yang pernah direkrut Hoffenheim asuhan nakhoda Der Panzer saat ini, Julian Nagelsmann.
Karier Brenet sempat berada di puncak ketika Nagelsmann merekrutnya dari PSV Eindhoven pada 2018. Saat itu, klub Bundesliga mengeluarkan dana transfer €3,5 juta (Rp65,5 miliar). Bek kanan yang pernah dua kali memperkuat Belanda itu datang dengan reputasi mentereng sebagai peraih tiga gelar Eredivisie.
Baca Juga
Sehari Gabung Tottenham Hotspur, Marcos Senesi Langsung Terbang ke Piala Dunia 2026
Namun, harapan besar itu tidak pernah terwujud. Brenet kesulitan mendapatkan tempat utama dan masalah disiplin mulai menghantuinya. Salah satunya insiden mangkir dari sesi rapat analisis video tim jelang pertandingan Liga Champions melawan Shakhtar Donetsk. Akibatnya, Nagelsmann langsung mencoretnya dari skuad.
Meski sempat diberi kesempatan kedua, posisi Brenet tak pernah benar-benar pulih. Setelah pergantian pelatih, menit bermainnya semakin menipis. Bahkan, di era Sebastian Hoeness, dia sempat dikirim ke tim cadangan Hoffenheim yang bermain di kasta keempat sepak bola Jerman.
Masalah di luar lapangan juga memperburuk situasi. Brenet beberapa kali dilaporkan terlambat menghadiri latihan dan kegiatan tim. Hoffenheim akhirnya gagal menemukan klub yang bersedia membelinya hingga kontraknya berakhir dan dia memutuskan hengkang ke FC Twente secara gratis pada 2022.
Di Belanda, performanya di lapangan kembali membaik. Tapi kontroversi masih muncul. Pada awal 2023, Brenet dua kali tertangkap mengemudi tanpa surat izin mengemudi dalam rentang waktu hanya dua pekan. Padahal SIM miliknya sudah dicabut sejak 2020 karena kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Kasus itu membuat Brenet sempat dijatuhi hukuman penjara satu bulan pada 2024, meski kemudian diubah menjadi kerja sosial setelah proses banding. Sebelumnya, dia juga pernah menerima hukuman berupa denda dan kerja sosial terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Situasi tersebut membuat FC Twente memutuskan mengakhiri kerja sama lebih cepat. Brenet kemudian melanjutkan kariernya ke Qatar bersama Al-Rayyan, sebelum sempat bermain di Skotlandia bersama Livingston dan kemudian memperkuat Kayserispor di kompetisi Turkiye.
Meski perjalanan klubnya penuh liku, karier internasional Brenet justru menemukan babak baru. Setelah sempat memperkuat berbagai kelompok usia di Belanda dan tampil untuk tim utama De Oranje, FIFA memberikan izin kepada untuk membela Curacao, negara asal keluarganya.
Sejak menjalani debut bersama Curacao pada 2024, Brenet menjadi salah satu pemain penting tim. Dia mencatatkan kontribusi 6 gol dan assist dalam 17 pertandingan serta tampil impresif dalam laga uji coba terakhir melawan Aruba dengan mencetak satu gol dari posisi bek kanan.
Kini, di usia 32 tahun, Brenet berdiri di panggung terbesar sepak bola dunia. Ironisnya, pertandingan pertama Curacao di Piala Dunia 2026 justru mempertemukannya dengan Jerman yang dilatih Julian Nagelsmann serta Alfred Schreuder. Itu dua sosok yang pernah menjadi bagian dari periode sulitnya di Hoffenheim.
Laga tersebut bukan sekadar pertandingan pembuka bagi Curacao, melainkan juga kesempatan bagi Brenet untuk menunjukkan bahwa karier yang sempat terpuruk masih bisa bangkit dan berakhir dengan cerita yang berbeda di panggung Piala Dunia.
Baca Juga
Fenomena Apa ini? Banyak Pemain Piala Dunia 2026 Gunakan Sepatu Pink

