Kick-off Piala Dunia 2026 Langsung Banjir Kartu Merah, Wasit Jadi Sorotan
Poin Penting
|
MEXICO CITY, investortrust.id – Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, tapi sudah menghadirkan perdebatan besar terkait kepemimpinan wasit. Laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB, menghasilkan tiga kartu merah sekaligus, jumlah yang hampir menyamai total kartu merah Piala Dunia 2018 dan 2022.
Meksiko membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan. Julian Quinones dan Raul Jimenez, yang dipercaya memimpin lini serang sejak menit pertama, menjadi pencetak golnya.
Namun, perhatian publik justru tertuju pada keputusan-keputusan wasit Wilton Sampaio yang mengusir tiga pemain dalam satu pertandingan. Dua pemain Afrika Selatan, Sphephelo Sithole dan Themba Zwane, harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Bek Meksiko Cesar Montes juga menerima kartu merah pada injury time.
Baca Juga
Mantap! Korea Selatan Comeback Permalukan Republik Ceko di Piala Dunia 2026
Jumlah kartu merah tersebut menjadi catatan yang tidak biasa. Pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya di Rusia 2018 dan Qatar 2022, total hanya empat kartu merah yang dikeluarkan sepanjang turnamen. Kini, dalam satu pertandingan saja, angka itu hampir terlampaui.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen dengan penegakan aturan yang jauh lebih tegas dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Sebab, sejak mantan wasit legendaris Italia, Pierluigi Collina, menjabat sebagai Kepala Wasit FIFA pada 2017, pendekatan perwasitan memang mengalami perubahan signifikan.
Collina dikenal mendorong filosofi bahwa keputusan wasit harus menghadirkan keadilan bagi kedua tim. Pemain tidak seharusnya menerima kartu merah kecuali benar-benar melakukan pelanggaran serius yang layak mendapat hukuman maksimal.
Pendekatan tersebut terlihat pada Piala Dunia 2018 dan 2022 yang menjadi dua edisi dengan jumlah kartu merah paling sedikit dalam sejarah modern turnamen. Karena itu, munculnya tiga kartu merah dalam laga pembuka langsung memancing spekulasi mengenai kemungkinan adanya instruksi baru kepada perangkat pertandingan.
Keputusan pertama yang relatif tidak menuai kontroversi terjadi saat Sithole dijatuhi kartu merah setelah menjatuhkan Brian Gutierrez yang sedang berada dalam posisi berbahaya menuju gawang.
Wasit menilai pelanggaran tersebut menggagalkan peluang emas mencetak gol atau denial of obvious goalscoring opportunity (DOGSO). Dalam situasi seperti itu, kartu merah memang menjadi hukuman yang lazim diberikan.
Kontroversi terbesar muncul ketika Themba Zwane mendapat kartu merah setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Insiden bermula saat Zwane terlibat duel dengan Roberto Alvarado di luar perebutan bola. Alvarado kemudian terjatuh sambil memegang bagian kepala sehingga VAR meminta wasit meninjau ulang kejadian tersebut.
Setelah melihat tayangan ulang di monitor pinggir lapangan, Sampaio memutuskan mengubah penilaiannya dan mengeluarkan kartu merah untuk Zwane karena dianggap melakukan tindakan kekerasan.
Keputusan ini langsung memicu perdebatan karena tayangan ulang menunjukkan kontak yang terjadi tidak terlalu jelas dan dilakukan menggunakan tangan terbuka, bukan pukulan dengan kepalan tangan yang biasanya menjadi indikator tindakan agresif. Banyak pihak menilai hukuman tersebut terlalu berat untuk insiden yang masih menyisakan ruang interpretasi.
Perdebatan kembali muncul ketika Cesar Montes diusir keluar lapangan pada masa tambahan waktu. Awalnya, pelanggaran Montes terhadap Khuliso Mudau terlihat hanya layak diganjar kartu kuning karena terjadi dari sisi lapangan yang relatif melebar.
Namun, setelah ditelaah lebih lanjut, Mudau sebenarnya memiliki peluang besar memasuki kotak penalti tanpa kawalan sebelum dijatuhkan. Situasi itu membuat keputusan kartu merah dianggap masih sesuai dengan interpretasi aturan DOGSO yang berlaku saat ini.
Dua dari tiga pengusiran pemain dalam pertandingan tersebut dinilai memiliki dasar hukum yang kuat. Sementara keputusan terhadap Zwane memang masih menjadi bahan perdebatan.
Dengan total 104 pertandingan yang akan dimainkan sepanjang turnamen, laga pembuka Meksiko kontra Afrika Selatan bisa saja hanya menjadi anomali statistik, bukan gambaran umum mengenai gaya perwasitan di Piala Dunia 2026.
Baca Juga
Duel Perdana Piala Dunia 2026, 10 Pemain Meksiko Pecundangi 9 Personel Afrika Selatan

