Unik! Termasuk Persib, 4 Klub Asia Tenggara Sumbang 5 Pemain ke Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Kompetisi sepak bola di Asia Tenggara ternyata juga ikut menyumbangkan pemain ke Piala Dunia 2026. Faktanya, ada lima pemain dari empat tim ASEAN yang akan membela negara masing-masing di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Liga Super Malaysia menjadi kompetisi sepak bola Asia Tenggara dengan jumlah pemain terbanyak yang tampil di Piala Dunia 2026. Total tiga pemain dari klub-klub Negeri Jiran yang masuk skuad negara peserta, mengungguli Super League Indonesia dan Thai League 1 yang masing-masing hanya memiliki satu wakil.
Menariknya, tiga pemain yang tampil di Piala Dunia 2026 itu bukan berasal dari klub raksasa Johor Darul Ta'zim (JDT), melainkan Selangor dan Terengganu. Selangor mengirimkan Mou Abualnadi dan Noor Al Rawabdeh. Keduanya masuk dalam skuad yang akan menjalani debut bersejarah Yordania di Piala Dunia 2026.
Baca Juga
Jelang Piala Dunia 2026, Lionel Messi Dapat Penghargaan Dari Kerajaan Spanyol
Sementara Terengganu menyumbangkan satu wakil melalui Gervane Kastaneer, yang akan memperkuat Curacao. Sebelum main di Malaysia, Kastaneer pernah membela Persib Bandung dan Persis Solo di Indonesia.
Dari Indonesia, hanya Persib Bandung yang memiliki pemain di Piala Dunia 2026. Bek serbabisa Frans Putros dipastikan masuk skuad Irak untuk turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Keberadaan Putros membuat Persib berpotensi memperoleh pemasukan tambahan dari FIFA melalui program FIFA Club Benefits Programme. Program tersebut memberikan kompensasi kepada klub-klub yang pemainnya dipanggil memperkuat tim nasional di Piala Dunia. Besaran dana yang diterima bergantung pada durasi keterlibatan pemain selama turnamen berlangsung.
Selain Malaysia dan Indonesia, Thailand juga memiliki satu wakil di Piala Dunia 2026 melalui Port FC. Klub yang bermarkas di Bangkok itu mengirimkan bek Rebin Sulaka yang akan membela Irak bersama Putros.
Baca Juga
Kalah di Laga Pemanasan Piala Dunia 2026, Belanda Diminta Berbenah

