Kisah Daniel Siebert, Pak Guru Olahraga Jadi Wasit Final Liga Champions
Poin Penting
|
BUDAPEST, investortrust.id – UEFA menunjuk wasit asal Jerman, Daniel Siebert, untuk memimpin final Liga Champions 2025/2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) melawan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
UEFA telah merilis susunan lengkap perangkat pertandingan final Liga Champions. Jan Seidel dan Rafael Foltyn ditunjuk sebagai asisten wasit, sementara Sandro Schaerer menjadi ofisial keempat. Di ruang VAR, UEFA mempercayakan tugas kepada Bastian Dankert, Robert Schroeder, dan Carlos del Cerro Grande.
Siebert merupakan salah satu wasit elite Eropa. Perjalanan Siebert menuju final Liga Champions tidak terjadi secara instan. Dia sudah menjadi wasit sejak usia 14 tahun dan perlahan membangun karier hingga masuk daftar wasit internasional FIFA pada 2015.
Baca Juga
Bukan di Paris, Malam Penghargaan Ballon d'Or Pindah ke London
Uniknya, Siebert punya aktivitas mulia di luar aktivitas perwasitan. Dia seorang guru. Siebert sempat mengajar di sekolah olahraga. Pengalaman tersebut membuatnya dekat dengan banyak pemain muda berbakat yang kini tampil di level profesional.
“Keuntungan besar bagi saya adalah bekerja di sekolah olahraga dan banyak berinteraksi dengan pesepakbola berbakat sejak usia muda,” kata Siebert, di situs resmi UEFA.
Musim ini, dia bahkan kembali bertemu dua mantan muridnya yang kini bermain di Bundesliga, yakni Linton Maina dan Fisnik Asllani. “Saat pertandingan mereka masih memanggil saya dengan sebutan Pak Siebert seperti saat di sekolah. Saya sampai harus bilang bahwa itu sudah tidak perlu lagi,” ujar Siebert.
Penunjukan sebagai wasit final Liga Champions disebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam hidupnya. Siebert mengaku menerima kabar tersebut langsung dari Direktur Perwasitan UEFA Roberto Rosetti saat berada di rumah bersama istrinya. “Itu momen yang sangat indah. Kebetulan istri saya ada bersama saya ketika Roberto Rosetti menelepon,” kata Siebert.
“Saya mengaktifkan loudspeaker dan kami sama-sama sangat bersemangat. Roberto mengucapkan selamat kepada saya dan tim. Dia bilang kami pantas mendapatkan final ini. Itu momen yang sangat emosional,” lanjut Siebert.
Di balik pencapaian tersebut, Siebert sempat menghadapi masalah cedera betis pada musim ini. Cedera itu membuatnya khawatir gagal menyelesaikan kompetisi. Tapi, proses pemulihan berjalan lancar dan dia berhasil kembali memimpin sejumlah pertandingan penting Liga Champions.
Final PSG kontra Arsenal akan menjadi pertandingan Liga Champions ke-10 yang dipimpinnya musim ini, terbanyak dibandingkan wasit lain di kompetisi tersebut. “Saya sempat khawatir karena tidak tahu seberapa cepat bisa pulih. Tapi dokter melakukan pekerjaan luar biasa dan membantu saya kembali fit,” ujar Siebert.
Meski dipercaya memimpin final terbesar di Eropa, Siebert menegaskan dirinya ingin tetap fokus dan rendah hati saat berada di lapangan. “Memimpin final Liga Champions adalah pencapaian terbesar dalam karier saya. Saya sangat bahagia, tetapi tetap harus mendekati pertandingan ini dengan kerendahan hati,” katanya.
Siebert mengaku sudah membayangkan atmosfer luar biasa saat berjalan memasuki lapangan Puskas Arena untuk memimpin duel PSG melawan Arsenal. Dia yakin ini akan menjadi pertandingan yang menarik, ketat, dan dihadiri ribuan fans dengan gairah tinggi.
“Saya pasti bersemangat, tapi saya cukup baik dalam mengendalikan emosi dan tetap fokus pada apa yang harus dilakukan. Saya berharap bisa menikmati pertandingan dan tidak memberikan tekanan berlebihan kepada diri sendiri,” tutup Siebert.
Baca Juga
Final Liga Champions Lawan PSG, Gabriel Martinelli Siapkan Misi Pembalasan

