PSG Tatap Final Liga Champions Lawan Arsenal dengan Santai
Poin Penting
|
PARIS, investortrust.id – Full back Paris Saint-Germain (PSG) Achraf Hakimi menatap final Liga Champions kedua secara beruntun dengan santai.
PSG datang ke final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB dengan mental berbeda. Setelah berhasil meraih gelar pertama musim lalu, Les Parisiens kini merasa lebih tenang dan siap menikmati laga puncak melawan Arsenal.
Klub asal Prancis itu berpeluang mencetak sejarah sebagai tim kedua yang mampu mempertahankan gelar di era Liga Champions setelah Real Madrid.
Baca Juga
Tensi Tinggi Jelang Final Liga Konferensi UEFA, 2 Suporter Ditahan Polisi
Bek sayap PSG Achraf Hakimi mengakui tekanan menuju final kali ini jauh lebih ringan dibanding musim lalu. Menurut pemain asal Maroko tersebut, keberhasilan menjuarai Liga Champions pertama dalam sejarah klub membuat seluruh tim bermain tanpa beban berlebihan.
“Saya memimpikan memenangi Liga Champions bersama PSG dan menjadi bagian dari sejarah mereka,” ujar Hakimi di situs resmi PSG.
PSG memang sempat menjalani tekanan besar selama bertahun-tahun demi menaklukkan Eropa. Sejak diambil alih investor Qatar pada 2011, klub ibu kota Prancis itu menghabiskan lebih dari dua miliar euro untuk membangun skuad bertabur bintang.
Namun, semua penantian panjang tersebut akhirnya terbayar musim lalu ketika PSG menghancurkan Inter Milan 5-0 di final dan meraih trofi Liga Champions pertama mereka. Itu adalah gelar Liga Champions kedua yang pernah diraih tim sepak bola Prancis setelah Marseille pada 1992/1993.
Hakimi menyebut keberhasilan tersebut mengubah suasana di dalam tim. Para pemain kini lebih menikmati perjalanan menuju final tanpa tekanan besar yang sebelumnya selalu membayangi PSG.
PSG datang ke Budapest dengan ambisi besar mempertahankan dominasi mereka di Eropa. Di sisi lain, Arsenal justru memburu gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Final ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan juara bertahan melawan tim muda Arsenal yang sedang berada dalam performa terbaik musim ini.
“Setelah kami memenangi trofi pertama untuk klub, suporter, dan semua orang, kami merasa lega dan seperti ada beban besar yang terangkat dari pundak kami. Sekarang waktunya menikmati proses dan memainkan final ini sekali lagi,” lanjut Hakimi.
Baca Juga
Daftar Homebase 48 Tim Peserta Piala Dunia 2026, Mayoritas di Amerika Serikat

