Bagikan

Masalah pada Aorta Jantung Bisa Bahayakan Nyawa, Deteksi Sejak Dini

Poin Penting

Gangguan pada aorta seperti aneurisma dan diseksi bisa berkembang tanpa gejala, tetapi berisiko mengancam nyawa jika terlambat ditangani.
Skrining jantung dianjurkan bagi usia di atas 60 tahun, penderita hipertensi, kolesterol tinggi, perokok, atau yang memiliki riwayat penyakit aorta dalam keluarga.
Mayapada Hospital Surabaya menyediakan layanan Heart and Vascular Center dengan penanganan komprehensif untuk penyakit jantung dan pembuluh darah.

JAKARTA, investortrust.id – Banyak orang merasa kondisi jantungnya baik-baik saja karena tidak pernah merasakan nyeri dada atau sesak napas. Padahal, beberapa gangguan pada jantung dan pembuluh darah dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Salah satunya adalah masalah pada aorta, yakni pembuluh darah terbesar yang menyalurkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Aorta memiliki peran penting dalam menjaga aliran darah ke organ vital seperti otak, ginjal, dan organ lainnya. Namun, jika terjadi pelebaran pembuluh darah (aneurisma) atau robekan pada dinding aorta (diseksi), kondisi tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari pecahnya aorta hingga terganggunya aliran darah ke seluruh tubuh. Kedua kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang dapat mengancam nyawa.

Menurut Saskia Dyah Handari di Mayapada Hospital Surabaya, banyak kelainan pada aorta berkembang tanpa gejala sehingga sering kali baru terdeteksi ketika sudah berada pada tahap yang lebih serius.

“Pemeriksaan pencitraan jantung saat ini tidak hanya berfungsi untuk menilai kinerja pompa jantung, tetapi juga mengevaluasi struktur pembuluh darah besar seperti aorta. Oleh karena itu, skrining jantung menjadi langkah penting untuk membantu mendeteksi kelainan sejak dini,” jelasnya.

Baca Juga

Mudah Capek dan Dada Tidak Nyaman? Echocardiography Bantu Deteksi Gangguan Jantung Lebih Akurat

Skrining dianjurkan bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun, memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit aorta dalam keluarga. Pada pria usia lanjut yang pernah merokok, pemeriksaan aneurisma aorta abdominal juga direkomendasikan karena risikonya lebih tinggi.

Pemeriksaan umumnya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien. Salah satu langkah awal adalah USG perut untuk mendeteksi aneurisma aorta abdominal karena prosedurnya cepat dan tidak menggunakan radiasi.

Selanjutnya, ekokardiografi digunakan untuk menilai bagian awal aorta yang berada dekat dengan jantung sekaligus mengevaluasi fungsi jantung secara keseluruhan. Jika diperlukan gambaran lebih rinci, pemeriksaan lanjutan seperti CT scan dapat memberikan informasi lebih jelas mengenai ukuran dan lokasi kelainan.

“Pada pasien dengan keluhan nyeri dada akut, pemeriksaan CT Triple Rule-Out dapat menjadi pilihan karena mampu mengevaluasi tiga penyebab utama nyeri dada berbahaya, yakni penyakit arteri koroner, emboli paru, dan diseksi aorta. Melalui satu kali pemeriksaan, dokter dapat memperoleh gambaran menyeluruh sehingga diagnosis dapat ditentukan lebih cepat,” tambah dr. Saskia.

Pada beberapa kasus aneurisma aorta, tindakan minimal invasif seperti EVAR (Endovascular Aortic Repair) atau TEVAR (Thoracic Endovascular Aortic Repair) dapat menjadi pilihan. Pada kondisi yang lebih kompleks, tindakan pembedahan juga dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki bagian aorta yang mengalami kerusakan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Penanganan tersebut didukung oleh layanan jantung dan pembuluh darah komprehensif di Mayapada Hospital Surabaya melalui Heart & Vascular Center yang memiliki tiga pilar utama.

Pilar pertama adalah Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit yang berfokus pada evaluasi, diagnosis, dan penanganan awal keluhan nyeri dada, baik akibat gangguan jantung maupun non-jantung. Penanganan dilakukan melalui pemeriksaan klinis, rekam jantung (EKG), tes darah, serta pemeriksaan penunjang lainnya. Pemeriksaan awal diberikan gratis apabila tidak ditemukan indikasi jantung, sementara rujukan lanjutan tersedia melalui layanan Cardiac Emergency 24/7 yang didukung dokter spesialis dan subspesialis siaga on-site.

Pilar kedua, Advanced Treatment, mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), serta kelainan struktur jantung seperti penyakit katup dengan pendekatan medis terkini.

Sementara itu, Team-Based Management memastikan setiap keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board bersama 17 dokter berpengalaman dari berbagai subspesialisasi.

Pendekatan multidisiplin ini membantu tim dokter menentukan penanganan yang tepat bagi pasien, termasuk pada kasus kelainan aorta. Pasien dan keluarga juga didampingi oleh Cardiac Advisor yang memberikan pendampingan menyeluruh sejak tahap awal hingga proses pemulihan.

Informasi seputar kesehatan jantung dari dokter Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, masyarakat dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

Baca Juga

Kisah Pantang Menyerah Edoardo Bove Kembali ke Lapangan Setelah Kolaps Serangan Jantung

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024