Buntut Insiden Percobaan Penembakan Donald Trump, Keamanan Piala Dunia 2026 Diperketat
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menilai pembukaan kembali Departemen Keamanan Dalam Negeri atau Department of Homeland Security (DHS) menjadi langkah krusial menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli dengan format baru 48 tim, serta diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pemerintah AS kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh aspek keamanan siap menghadapi event berskala global tersebut.
Situasinya semakin krusial setelah seorang pria bernama Cole Tomas Allen menerobos pos pemeriksaan keamanan dalam acara makan malam Presiden Donald Trumpt dengan Asosiasi Koresponden Gedung Putih. Jaksa menyebut pelaku membawa senjata api semi-otomatis, senapan, serta tiga pisau saat kejadian berlangsung. Dalam sidang awal, dia belum mengajukan pembelaan.
Baca Juga
Ousmane Dembele Minta Semua Personel PSG Waspada Hadapi Leg Kedua
Insiden tersebut memicu peninjauan ulang sistem keamanan Gedung Putih sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap kesiapan Amerika Serikat sebagai tuan rumah ajang sepak bola terbesar dunia. Apalagi, hingga kini DHS masih mengalami penutupan sebagian akibat kebuntuan anggaran di Kongres yang telah berlangsung selama beberapa pekan.
Penutupan DHS yang telah berlangsung sekitar sembilan minggu dilaporkan mengganggu koordinasi antara pemerintah federal dan otoritas lokal dalam persiapan turnamen. Kebuntuan ini dipicu perbedaan pandangan politik terkait pendanaan lembaga Immigration and Customs Enforcement (ICE), yang berada di bawah DHS.
Di sisi lain, sejumlah anggota Kongres juga menyuarakan kekhawatiran. Anggota parlemen dari New York, Mike Lawler, menilai situasi ini berisiko tinggi mengingat negaranya akan menjadi pusat perhatian global. Dia menyoroti bahwa ajang internasional seperti Piala Dunia berpotensi menjadi target ancaman keamanan.
Direktur eksekutif gugus tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan serius atas potensi ancaman keamanan. “Peristiwa di Washington DC menjadi pengingat serius atas ancaman yang tidak terduga terhadap negara kita,” ujarnya, dilansir BBC Sport.
Giuliani menambahkan, respons cepat aparat keamanan berhasil mencegah dampak lebih buruk, namun situasi itu juga menunjukkan pentingnya operasional penuh DHS.
“Respons cepat aparat penegak hukum dan agen Secret Service telah menyelamatkan nyawa, tetapi kekacauan ini menegaskan kebutuhan mendesak akan DHS yang berfungsi penuh,” kata Giuliani.
Menurutnya, dengan skala Piala Dunia yang akan melibatkan jutaan pengunjung dan puluhan event besar di berbagai kota, kesiapan keamanan tidak bisa ditawar. “Seiring persiapan menghadapi skala besar Piala Dunia, pembukaan kembali DHS adalah hal yang esensial. Kita tidak boleh lengah, taruhannya terlalu besar,” tegas Giuliani.
Baca Juga
Harry Kane Janjikan Bayern Muenchen Bangkit di Leg Kedua Lawan PSG

