Heboh Skandal Prostitusi Kelas Atas di Italia Ikut Seret Riccardo Calafiori
Poin Penting
|
ROMA, investortrust.id – Sejumlah nama pesepak bola top dikaitkan dalam penyelidikan skandal prostitusi kelas atas di sepak bola Italia. Total, lebih dari 50 nama pesepak bola terkenal dikaitkan dengan kasus ini.
Kasus ini berpusat pada dugaan jaringan terorganisir yang dikelola oleh Emanuele Buttini dan Deborah Ronchi. Informasi ini mencuat setelah adanya penyadapan komunikasi yang memperlihatkan percakapan antara pihak-pihak terkait dalam mengatur pertemuan.
Media Italia melaporkan bahwa pemain seperti Riccardo Calafiori, Rafael Leao, Alessandro Bastoni, Dusan Vlahovic, hingga Gianluca Scamacca masuk dalam daftar yang muncul selama proses investigasi.
Baca Juga
Cek Videonya! Aksi Kiper Muda Edoardo Motta Jadi Pahlawan Lazio di Coppa Italia
Hanya saja, penting ditekankan bahwa tidak satu pun dari nama tersebut berstatus tersangka. Dalam hukum Italia, aktivitas membayar jasa seksual juga bukan tindak pidana. Para pemain yang disebut hanya berpotensi dimintai keterangan sebagai saksi dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Nama-nama pesepak bola tersebut muncul dari kata kunci pencarian yang digunakan dalam analisis perangkat elektronik yang disita oleh penyidik. Dalam dokumen resmi pengadilan, sebagian besar identitas sebenarnya telah disamarkan demi alasan hukum. Tapi, kesalahan administratif membuat beberapa nama tetap terlihat, termasuk pemain Torino, Marcus Pedersen, dan pemain Sassuolo, Christian Volpato.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/TouchlineX/status/2046838914309308422?ref_src=twsrc%5Etfw
Selain itu, jaksa juga secara resmi mencantumkan nama Cheickh Niasse dari Verona, serta mantan gelandang Inter Milan dan Lazio, Dejan Stankovic, bersama putranya Filip.
Laporan menyebutkan bahwa daftar tersebut bisa mencakup lebih dari 50 pemain, yang seluruhnya muncul sebagai bagian dari kata kunci pencarian dalam surat perintah penggeledahan. Penyertaan nama-nama ini menunjukkan bahwa mereka disebut dalam komunikasi yang disadap, bukan berarti terlibat dalam aktivitas ilegal.
Sejumlah nama lain yang turut tercantum antara lain Yann Bisseck, Achraf Hakimi, Philippe Coutinho, Milan Skriniar, hingga Olivier Giroud.
Pihak berwenang menegaskan bahwa pada tahap ini belum ada bukti keterlibatan langsung dari para pemain tersebut. Kemunculan nama dalam dokumen penyelidikan tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran hukum.
Baca Juga
Perbaiki Hubungan dengan Giorgia Meloni, Donald Trump Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia 2026?

