Terjun Bebas ke Kasta Ketiga, Kisah Kelam Leicester City Degradasi Beruntun
Poin Penting
|
LEICESTER, investortrust.id – Nasib pahit harus diterima Leicester City setelah dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga sepak bola Inggris, League One. Hasil imbang 2-2 melawan Hull City di King Power Stadium, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB, menjadi penentu runtuhnya harapan The Foxes bertahan di Championship.
Bermain di hadapan pendukung, Leicester sejatinya menunjukkan semangat juang. Mereka sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Liam Millar, sebelum bangkit dan berbalik unggul melalui eksekusi penalti Jordan James serta gol Luke Thomas.
Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah Oliver McBurnie mencetak gol penyeimbang bagi Hull.
Baca Juga
Tambahan satu poin tidak cukup menyelamatkan Leicester. Dengan koleksi 42 poin dan hanya menyisakan dua pertandingan, mereka tak mungkin lagi mengejar perolehan poin Blackburn Rovers yang berada di batas aman dengan 49 poin. Posisi Leicester tertahan di peringkat ke-23 klasemen Championship.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/LCFC/status/2046691626978857076?ref_src=twsrc%5Etfw
Kegagalan ini menandai musim kelam bagi Leicester. Dalam kurun dua tahun, klub milik taipan Thailand, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, itu harus merasakan dua kali degradasi, setelah sebelumnya turun dari Liga Premier musim lalu.
Performa buruk sepanjang musim menjadi penyebab utama keterpurukan tersebut. Leicester bahkan melakukan tiga kali pergantian pelatih, dengan Gary Rowett sebagai yang terakhir. Sayang perubahan itu tidak membawa dampak signifikan, mengingat tim hanya mampu meraih satu kemenangan dari 18 laga terakhir.
Situasi semakin memburuk setelah klub dijatuhi sanksi pengurangan enam poin pada Februari akibat pelanggaran aturan finansial saat promosi ke Liga Premier 2023/2024. Upaya banding yang diajukan pun ditolak pada awal April, membuat posisi mereka kian terpuruk.
Degradasi ini menjadi pukulan telak bagi Leicester, yang satu dekade lalu sempat mengejutkan dunia dengan menjuarai Liga Premier 2015/2016. Setelah masa kejayaan itu, mereka konsisten tampil di papan atas dan bahkan sempat meraih gelar Piala FA 2020/2021.
Kini, Leicester harus memulai kembali dari League One, kompetisi yang terakhir kali mereka jalani pada musim 2008/2009, dalam upaya membangun ulang kejayaan yang pernah mereka miliki.
Baca Juga
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa Bela Vinicius Jr yang Dihujat Fans Sendiri

