Manchester City Kalahkan Arsenal, Pep Guardiola Puji Bernardo Silva dan Erling Haaland
Poin Penting
|
MANCHESTER, investortrust.id – Pelatih Manchester City Pep Guardiola tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat membahas penampilan Bernardo Silva dan Erling Haaland dalam kemenangan 2-1 atas Arsenal dalam laga lanjutan Liga Premier di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026) malam WIB.
Gelandang asal Portugal itu kembali tampil luar biasa. Salah satu momen paling menonjol adalah sprint tanpa lelahnya mengejar Kai Havertz di penghujung laga, yang berujung sapuan krusial untuk mengamankan kemenangan dalam duel sengit tersebut.
Penampilan impresif itu terasa semakin emosional, mengingat Bernardo dipastikan akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim ini. “Rasa terima kasih. Kalau saya bicara lebih banyak, saya akan menangis,” ujar Guardiola tentang Bernardo, dilansir situs resmi Manchester City.
Baca Juga
Gagal di Piala AFF U-17 2026, Timnas U-17 Indonesia Kini Fokus ke Piala Asia U-17 2026
Pep Guardiola menegaskan, kontribusi Bernardo selama ini tak ternilai bagi klub. “Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas apa yang telah dia lakukan. Dia membuktikan bahwa sepak bola dimulai dari sini (pikiran), baru ke kaki,” lanjut Guardiola.
“Dia mungkin bukan yang tercepat, tapi dia selalu tahu apa yang dibutuhkan di setiap momen. Selalu berkomitmen dan jarang cedera. Musim lalu menggambarkan dirinya. Saat yang lain tidak ada, dia selalu hadir dan berjuang sejak awal. Mentalitasnya sangat penting. Dia selalu melihat sisi positif dalam hidup,” ungkap Guardiola.
Bagi Guardiola, status legenda layak disematkan kepada Bernardo. “Kalau menulis legenda, harus dengan huruf kapital. Bukan hanya hari ini, tapi di setiap pertandingan selama sembilan tahun. Tidak mungkin perjalanan ini terasa begitu spesial tanpa dirinya. Dia pemain yang istimewa. Ke mana pun dia pergi, tim barunya akan sangat beruntung,” tegasnya.
Selain memuji Bernardo, Guardiola juga memberikan apresiasi kepada Erling Haaland yang harus menghadapi duel fisik berat melawan lini belakang Arsenal, terutama Gabriel Magalhaes. “Saya tidak ingin menjadi Erling Haaland yang harus bertarung dengan Saliba atau Gabriel,” katanya.
“Saya lebih memilih membaca buku. Tapi, dia mampu menghadapinya. Ini adalah dua tim terbaik di Inggris dan pertandingan ini menjadi iklan yang bagus untuk sepak bola Inggris,” tambah Guardiola.
Guardiola bahkan mengaku tetap bangga dengan performa timnya, apa pun hasilnya. “Saya akan tetap puas dengan hasil imbang atau bahkan kekalahan. Di usia saya sekarang, melihat permainan seperti ini, apa lagi yang bisa saya katakan? Saya tidak bisa mengeluh. Saya sangat bangga karena mereka adalah tim papan atas,” ujarnya.
Guardiola juga menyoroti kontribusi Rayan Cherki, yang mencetak gol pembuka dengan aksi brilian. “Dia tampil sangat baik. Di babak kedua kami kesulitan menemukannya karena mereka bermain sangat rapat,” ucapnya.
Guardiola juga menegaskan timnya tetap menunjukkan karakter kuat. “Saya bukan tipe pelatih yang mengatakan kami tidak punya kepribadian jika gagal mencetak gol. Karakter itu selalu ada, kecuali musim lalu. Kadang menang, kadang tidak,” ungkap pelatih asal Spanyol.
Sebagai penutup, Guardiola menyinggung realita dalam sepak bola, di mana hasil tak selalu mencerminkan dominasi. “Kadang hal seperti itu terjadi. Tapi sekarang kami masih bertahan,” pungkas mantan nakhoda Barcelona.
Baca Juga

