Bertemu Putin, Prabowo Ungkap Banyak Orang Indonesia Namai Anaknya Gagarin dan Yuri
MOSKOW, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak orang Indonesia yang diberi nama Gagarin dan Yuri. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026).
"Banyak orang Indonesia anaknya diberi nama Gagarin, diberi nama Yuri, banyak," kata Prabowo dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Baca Juga
Prabowo Bakal Temui Putin, RI-Rusia Didorong Suarakan Gencatan Senjata Permanen Iran-AS
Gagarin dan Yuri merujuk kepada Yuri Alekseyevich Gagarin, seorang kosmonaut Rusia atau Uni Soviet yang menjadi manusia pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa pada 12 April 1961. Rusia menetapkan tanggal bersejarah itu sebagai Hari Kosmonaut.
Untuk itu, Prabowo menyampaikan selamat memperingati Hari Kosmonaut kepada Putin. Menurut Prabowo perjalanan Yuri Gagarin ke luar angkasa sangat berpengaruh bagi dunia.
"Saya tahu bahwa beberapa hari yang lalu kalau tidak salah baru kemarin ya, 12 April kemarin, Hari Kosmonaut bagi Rusia. Itu juga sangat besar pengaruh di dunia," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan selamat memperingati Hari Raya Paskah kepada Putin dan masyarakat Rusia.
"Saya terima kasih diterima dalam waktu yang begitu singkat, juga saya ucapkan selamat bahwa baru saja Yang Mulia dan seluruh bangsa Rusia menghormati hari penting, Hari Paskah
Baca Juga
Prabowo Bakal Bahas Energi hingga Geopolitik saat Bertemu Putin di Moskow
Merespons hal itu, Putin menyampaikan terima kasih dan senang dengan ucapan selamat Paskah yang disampaikan Prabowo. Hal ini mengingat ucapan itu disampaikan oleh pemimpin dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
“Terutama kami sangat senang mendengar ucapan selamat Hari Suci Paskah, terutama dari kepala negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” katanya.
Putin mengatakan, Rusia merupakan negara multiagama. Untuk itu, RUsia merayakan semua hari raya keagamaan.
“Negara kami adalah negara multikonvensional dan kami bersama dengan saudara-saudara kami, yang menganut agama-agama yang lain tetap merayakan semua hari raya agama. Terima kasih," katanya.

