PBB Konfirmasi Gugurnya 2 Prajurit TNI di UNIFIL
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix mengonfirmasi gugur dua prajurit asal Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL.
“Pagi ini, dua penjaga perdamaian asal Indonesia gugur dalam sebuah ledakan yang menghancurkan konvoi kendaraan logistik UNIFIL dekat Bani Hayyan, selatan Lebanon,” kata Lacroix, dikutip dari tayangan resmi di laman PBB, Selasa (31/3/2026).
Lacroix mengatakan dua tentara perdamaian mengalami luka-luka, di mana salah satunya mengalami luka serius. Meski begitu, asal dari ledakan ini belum dapat diketahui.
Lacroix menyebut bahwa sehari lalu, kontingen Indonesia di UNIFIL juga gugur akibat ledakan yang terjadi di markas UNIFIL di Adchit Al Qusayr, Lebanon. Serangan yang terjadi pada Minggu malam waktu setempat juga mengakibatkan seorang prajurit terluka dan telah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Beirut.
“Saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga prajurit perdamaian yang gugur dan pemerintah Indonesia. Saya berharap prajurit perdamaian yang terluka dapat segera pulih,” kata dia.
PBB, kata Lacroix, mengutuk insiden yang tak dapat diterima ini. Prajurit penjaga perdamaian bukanlah target serangan.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan adanya insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL.
Baca Juga
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Bentuk Rapat Dewan Keamanan Darurat
Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut.
Insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut, dan hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku.
Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL guna memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban. Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kemhan menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama. Seluruh pihak yang terlibat dalam konflik diharapkan menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian. Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB.

