Sekutu AS di Teluk Ikut Kena Balasan Iran, Bandara Kuwait Jadi Sasaran Drone Shahed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Beberapa negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan ikut terkena “getah” eskalasi konflik menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Bandara Internasional Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan drone kamikaze Shahed yang diluncurkan Iran. Wilayah Arab Saudi hingga Uni Emirat Arab juga dilaporkan telah mengalami insiden serangan udara serupa.
Sebuah drone dilaporkan menghantam Bandara Internasional Kuwait pada Sabtu, mengakibatkan sejumlah pekerja mengalami luka ringan serta kerusakan material terbatas di Terminal 1. Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, juru bicara Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait, Abdullah Al-Rajhi, menyatakan serangan tersebut menyebabkan “cedera ringan pada sejumlah karyawan dan kerusakan material terbatas” pada bangunan terminal penumpang T1.
Al-Rajhi menambahkan bahwa otoritas terkait segera menerapkan prosedur darurat yang telah disetujui, mengamankan lokasi kejadian, serta memulai proses penilaian dampak, mitigasi, dan penataan ulang operasional bandara sesuai standar keselamatan tertinggi. Otoritas penerbangan Kuwait juga memastikan bahwa pembaruan informasi lanjutan akan disampaikan melalui saluran resmi.
Serangan ke Kuwait terjadi di tengah memanasnya konflik regional setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke wilayah Iran pada Sabtu pagi.
Washington dan Tel Aviv mengeklaim serangan tersebut bertujuan menghilangkan “ancaman” yang ditimbulkan oleh “rezim” Iran. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Pemerintah Kuwait pun secara resmi menyampaikan kecaman keras atas serangan Iran yang menyasar wilayahnya. Kementerian Luar Negeri Kuwait seperti dikutip Anadolu, menyebut serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan wilayah udara Kuwait, serta hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa”.
Baca Juga
Pangkalan Militer AS di Bahrain Terbakar Hebat Terkena Serangan Rudal Iran
Kuwait juga menegaskan hak penuh dan melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, “dengan cara yang proporsional terhadap skala dan sifat serangan serta sesuai dengan hukum internasional”.
Dalam pernyataannya, pemerintah Kuwait menegaskan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah, rakyat, dan penduduknya, serta menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional. Otoritas setempat menyebut sistem pertahanan Kuwait berhasil mencegat serangan tersebut sesuai prosedur operasional dan aturan pelibatan yang berlaku, sembari mengingatkan bahwa berlanjutnya aksi militer agresif di kawasan akan mengancam stabilitas regional.
Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi pada Sabtu mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai serangan terang-terangan Iran yang menargetkan kawasan Riyadh dan kawasan di Provinsi Timur. Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan sistem pertahanan udara kerajaan berhasil mencegat proyektil yang masuk.
Riyadh menegaskan serangan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, terlebih Arab Saudi sebelumnya telah memberikan jaminan bahwa wilayah udara dan teritorialnya tidak akan digunakan untuk menyerang Iran. Pemerintah Saudi menyatakan siap mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan melindungi wilayah, warga negara, serta penduduknya, termasuk opsi untuk merespons agresi yang terjadi.
Selain Arab Saudi, kawasan Uni Emirat Arab juga dilaporkan terdampak eskalasi konflik. Sejumlah laporan menyebut wilayah Dubai turut menjadi sasaran serangan drone Shahed, meski hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban di wilayah tersebut.
Serangan cukup fatal oleh Iran terjadi di Bahrain. Pangkalan utama Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan di Bahrain dilaporkan telah terkena serangan peluru kendali Iran, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga
KBRI Riyadh Imbau WNI Tetap Tenang di Tengah Dinamika Keamanan Timur Tengah
Akun X @clashreport menampilkan sebuah video yang direkam oleh warga sipil, yang memperlihatkan asap hitam tebal membubung dari kawasan Juffair di Bahrain, yang menjadi lokasi pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat. Juffair merupakan lokasi Naval Support Activity Bahrain, pangkalan utama Angkatan Laut AS di kawasan Teluk Persia. Pangkalan ini menjadi markas U.S. Naval Forces Central Command serta U.S. 5th Fleet.
Di rekaman video lainnya menunjukkan sebuah rudal kamikaze milik Iran, Al Shahed meluncur kencang ke kawasan pangkalan Juffair, dan menghantam sebuah lokasi yang diduga sebuah fasilitas radar milik pangkalan militer AS.
Eskalasi ini terjadi setelah pernyataan terpisah dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dirilis melalui video, yang memberi sinyal dukungan terhadap upaya perubahan pemerintahan di Teheran. Iran sendiri menyebut serangan AS dan Israel sebagai pelanggaran kedaulatan negaranya, bersumpah akan melakukan pembalasan, dan kemudian meluncurkan serangan balasan ke berbagai target di kawasan.

