Didukung Musim Belanja Liburan, Bessent Optimistis PDB AS Tumbuh 3%
Poin Penting
• Bessent memproyeksikan PDB AS tumbuh 3% dan menyebut musim belanja liburan “sangat kuat.”
• Data ekonomi menunjukkan rebound, namun sentimen konsumen tetap jauh lebih lemah dibanding tahun lalu.
• Trump menolak narasi tekanan biaya hidup, meski survei menunjukkan mayoritas pemilih tidak puas.
• Bessent menilai masalah inflasi merupakan warisan pemerintahan Biden dan memperkirakan ekonomi menuju “kemakmuran” pada 2026.
WASHINGTON, investortrust.id — Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengirimkan sinyal optimisme terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat menjelang penutupan tahun. Ia menyebut musim belanja liburan berjalan “sangat kuat” dan memproyeksikan pertumbuhan PDB riil mencapai 3% meski sentimen konsumen masih rapuh.
Baca Juga
Bessent Yakin AS Tak Alami Resesi pada 2026 meski Sejumlah Sektor Tertekan
Berbicara dalam program Face the Nation di CBS News, Bessent menilai daya tahan ekonomi AS tetap kokoh meskipun dihantam penutupan pemerintahan dan tekanan inflasi yang berlarut. “Perekonomian lebih baik dari perkiraan kami. Kita sempat mencatat pertumbuhan 4% dalam beberapa kuartal, dan kita akan menutup tahun ini dengan 3%,” ujarnya.
Dilansir CNBC, data resmi BEA menunjukkan ekonomi sempat menyusut 0,6% pada kuartal pertama 2025 sebelum kembali bangkit 3,8% pada kuartal kedua. Estimasi awal kuartal ketiga akan diumumkan 23 Desember, sementara model GDPNow The Fed Atlanta sebelumnya menempatkan laju pertumbuhan tahunan di 3,5%.
Namun ketangguhan data ekonomi kontras dengan persepsi publik. Sentimen konsumen Universitas Michigan hanya berada di level 53,3 pada Desember—masih 28% lebih rendah dari tahun lalu—menandakan masyarakat tengah memikul beban kenaikan harga. Inflasi September tercatat 3% yoy, termasuk kenaikan 3,1% harga pangan di rumah.
Presiden Donald Trump, yang menghadapi kritik semakin keras terkait biaya hidup, menepis narasi tekanan finansial yang dirasakan masyarakat. “Istilah affordability adalah penipuan Demokrat,” katanya dalam rapat kabinet. Meski demikian, jajak pendapat NBC News menunjukkan sekitar dua pertiga pemilih menilai kinerja ekonomi pemerintahan Trump belum memenuhi harapan.
Bessent merespons kritik tersebut dengan menyebut masalah inflasi sebagai warisan pemerintahan Biden, seraya menilai pemberitaan media memperburuk persepsi publik. “Rakyat Amerika tidak tahu betapa baiknya kondisi mereka,” ujarnya. “Demokrat menciptakan kelangkaan melalui krisis energi dan regulasi berlebih. Tahun depan, kita bergerak menuju kemakmuran.”
Baca Juga
Inflasi AS September Lebih Rendah dari Perkiraan, Buka Jalan Pemangkasan Bunga Fed
Dengan konsumsi rumah tangga masih menyumbang hampir 70% PDB dan musim liburan menjadi penentu krusial, para pelaku pasar kini menilai apakah optimisme Bessent dapat terwujud di tengah jurang antara data ekonomi dan persepsi publik yang terus melebar.

