Prabowo Akan Bertemu Mantan PM Australia Paul Keating
Poin Penting
|
SYDNEY, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dan Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn dalam kunjungan kenegaraan ke Australia. Kepala Negara juga diagendakan bertemu mantan PM Australia Paul Keating dalam rangkaian kunjungan kenegaraan kali ini.
Hal itu diungkapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rosan Roeslani. CEO Danantara itu mengatakan, Paul Keating merupakan salah satu tokoh dunia yang memberikan masukan kepada Danantara.
"Akan ada pertemuan dan ini juga karena Paul Keating juga salah satu yang banyak memberikan masukan kepada Danantara. Jadi itu juga direncanakan akan ada agendanya," kata Rosan dalam keterangan pers di Sydney, Australia.
Baca Juga
Diaspora RI di Sydney Sambut Kedatangan Prabowo dengan Indonesia Raya
Rosan mengatakan, Prabowo sudah mengenal dengan baik Paul Keating. Dalam pertemuan nanti, kedua tokoh akan saling bertukar pikiran untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Australia.
"Memang Bapak Presiden juga sudah mengenal sangat baik (Paul Keating), sehingga ini lebih pada pertemuan tukar pikiran dan juga untuk saling memahami bagaimana bisa dengan masukan dari Paul Keating ini bisa mempererat hubungan antara Australia dan Indonesia ke depannya," kata Rosan.
Rosan mengatakan, kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ini merupakan kunjungan balasan setelah PM Albanese berkunjung ke Indonesia pada Mei 2025 lalu. Kunjungan Prabowo ini akan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, terutama di bidang investasi dan perdagangan. Apalagi, kedua negara telah menyepakati Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang terjalin sejak 2020.
"Ini adalah kunjungan balasan dalam rangka kita memperkuat baik itu di dalam kapasitasnya hubungan investasi, perdagangan dan hubungan bilateral komprehensif lainnya karena kita sudah mempunyai Indoneaia Australia Cepa sejak 2020," katanya.
Rosan optimistis hubungan perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus ditingkatkan. Saat ini, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 15 juta dengan Indonesia mengalami defisit US$ 9 juta.
Meski demikian, defisit tersebut diimbangi dengan kunjungan 2 juta turis asal Australia ke Indonesia, terutama Bali. Pemerintah saat ini sedang mendorong agar wisatawan asal Australia juga mengunjungi destinasi wisata lainnya, seperti Labuan Bajo.
"Turis dari Australia yang ke Indonesia, khususnya ke Bali itu kurang lebih hampir mencapai 2 juta orang. Itu juga hal yang sangat positif, tetapi kita harapkan juga tidak hanya ke Bali, tetapi juga ke daerah-daerah lain, Labuan Bajo dan lain-lain," katanya.
Rosan tancap gas untuk meningkatkan investasi dari Australia. Setibanya di Australia, Rosan langsung bertemu dengan lima perusahan yang berinvestasi di Indonesia di bidang rumah sakit dan hilirisasi. Selain itu, terdapat juga penjajakan investasi di bidang peternakan, terutama sapi.
"Dua di bidang hilirisasi ini mereka sudah investasi di Indonesia dan ingin melakukan ekspansi. Itu juga akan kita fasilitasi dan juga untuk agrikultur di bidang sapi ya," paparnya.
Baca Juga
Prabowo Gelar Rapat Khusus di Halim Sebelum Kunjungan ke Australia
Dalam kesempatan ini, Rosan mengungkapkan adanya rencana investasi besar yang melibatkan Danantara di Australia. Namun, Rosan belum mengungkap lebih jauh mengenai investasi tersebut. .
"Memang ada satu investasi kita yang mungkin Danantara yang cukup besar yang base-nya di sini," katanya.

