Smartphone Xiaomi Jadi Hadiah Diplomatik Xi Jinping, Simbol Kekuatan Baru Teknologi China?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden China Xi Jinping tampak memberikan dua smartphone Xiaomi kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung saat pertemuan bilateral di sela KTT APEC Gyeongju, akhir pekan kemarin. Momen ini pun menandai penggunaan produk teknologi lokal sebagai simbol diplomasi baru China.
Sejumlah analis menilai langkah Xi menunjukkan kepercayaan diri Beijing terhadap industri teknologi lokal mereka. Xiaomi kini dianggap sebagai representasi kemajuan inovasi dan ambisi China dalam menantang dominasi Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Menurut Omdia, langkah tersebut menjadi bentuk diplomasi berbasis inovasi dan kebanggaan industri nasional. Xiaomi bahkan tidak lagi sekadar produsen massal, tetapi telah naik kelas menjadi simbol premium teknologi China.
Dikutip dari South China Morning Post, Selasa (4/11/2025), sehari setelah kabar itu, saham Xiaomi naik 3,52% menjadi HK$ 44,72 di Bursa Hong Kong. Investor menilai langkah Xi sebagai sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan sektor teknologi tinggi di China.
Baca Juga
Puan Harap Kepemimpinan Lee Jae-Myung Berdampak Positif Bagi Hubungan Indonesia dan Korea Selatan
Di sisi lain, data IDC menunjukkan Xiaomi menempati posisi ketiga dunia dalam penjualan smartphone, di bawah Samsung dan Apple. Perusahaan juga telah memperluas bisnis ke sektor kendaraan listrik sejak 2021.
Analis Sanyam Chaurasia dari Canalys mengatakan, penunjukan Xiaomi sebagai hadiah negara menunjukkan pengakuan terhadap kualitas produk lokal. Hal ini mencerminkan pergeseran industri China menuju produk bernilai tambah tinggi.
Seperti diberitakan sebelumnya, bulan Septemer lalu Xiaomi juga meluncurkan seri flagship 17 yang diklaim melampaui iPhone 17 di banyak aspek. Desain tipis dan kamera hasil kolaborasi dengan Leica juga menjadi keunggulan utama seri ini.
Terlepas dari itu semua, langkah Xi menunjukkan strategi ekonomi China yang semakin jelas. Beijing seolah ingin menegaskan diri sebagai kekuatan teknologi global, bukan hanya pusat produksi dunia.
Baca Juga
Prabowo Bahas Penguatan Kawasan hingga 'Giant Sea Wall' dengan Xi Jinping di Beijing

