Pangeran Andrew Lepaskan Gelar Kebangsawanan Inggris di Tengah Bayang-Bayang Kasus Epstein
Poin Penting
|
LONDON, Investortrust.id - Pangeran Andrew, adik dari Raja Charles III, resmi mengumumkan bahwa ia akan melepaskan gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris, termasuk gelar Duke of York. Keputusan ini diumumkan setelah tekanan publik dan tudingan yang terus berlanjut terkait hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Istana Buckingham pada Jumat (18/10/2025) yang dikutip TRTWorld.com, Andrew menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui konsultasi dengan Raja Charles III dan anggota keluarga kerajaan lainnya. “Tuduhan yang terus dilayangkan kepada saya telah mengganggu pekerjaan Yang Mulia Raja dan keluarga kerajaan,” tulis Andrew dalam pernyataannya. “Oleh karena itu, saya tidak akan lagi menggunakan gelar atau penghargaan yang telah diberikan kepada saya.”
Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan gelar pangeran yang disandangnya sejak lahir. Andrew juga kembali membantah tuduhan terhadap dirinya. “Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya dengan tegas menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut,” ujarnya.
Selain Andrew, mantan istrinya, Sarah, Duchess of York, juga tidak akan lagi menggunakan gelarnya. Namun, kedua putri mereka, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, akan tetap menyandang gelar kebangsawanan.
Baca Juga
Tiba di London, Prabowo Disambut Perwakilan Kerajaan Inggris
Keputusan Andrew melepaskan gelar ini semakin mempertegas tekanan yang dihadapinya setelah dalam beberapa tahun terakhir ia juga telah dicopot dari seluruh jabatan militer, berbagai afiliasi amal, serta dilarang menggunakan sapaan kehormatan “His Royal Highness”. Kasus ini telah mencoreng reputasi kerajaan, terutama setelah wawancara kontroversialnya pada 2019 yang memperlihatkan upayanya membela hubungan pertemanannya dengan Epstein.
Kasus Andrew tidak hanya terkait dengan Epstein. Baru-baru ini, muncul pula laporan mengenai hubungannya dengan pejabat tinggi Tiongkok. Ia dilaporkan bertemu Cai Qi, anggota Politbiro Partai Komunis Tiongkok, pada 2018 dan 2019. Pertemuan ini menjadi sorotan karena Cai disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan spionase terhadap Inggris melalui dua warga negara Inggris yang dituduh memberikan informasi sensitif ke Beijing.
Selain itu, surat elektronik yang dipublikasikan oleh Mail on Sunday juga menunjukkan bahwa Andrew masih berhubungan dengan Epstein lebih lama dari yang pernah ia akui dalam wawancara Newsnight bersama Emily Maitlis. Hal ini semakin memperburuk posisi publiknya di mata masyarakat dan menambah tekanan bagi pihak kerajaan.
Dengan pelepasan gelar kebangsawanannya, Pangeran Andrew semakin tersingkir dari lingkaran dalam keluarga kerajaan Inggris. Kasus ini menandai salah satu krisis reputasi terbesar dalam sejarah modern monarki Inggris dan menjadi sorotan dunia internasional.

