Krisis Politik Memuncak, Presiden Madagaskar Andry Rajoelina Bubarkan Parlemen dan Menghilang
Poin Penting
|
ANTANANARIVO, Investortrust.id — Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina, pada hari Selasa (14/10/2025) membubarkan Majelis Rendah parlemen di tengah krisis politik yang semakin dalam, menyusul pemberontakan militer yang memaksanya melarikan diri dan bersembunyi.
Diberitakan Washingtontimes.com, Keputusan pembubaran parlemen diumumkan melalui sebuah dekret yang dipublikasikan di laman resmi Facebook kepresidenan Madagaskar. Langkah ini dilakukan di saat para anggota parlemen tengah membahas kemungkinan pemakzulan terhadap Rajoelina. Dengan membubarkan Majelis Nasional, Rajoelina secara efektif menghentikan proses tersebut.
Hingga saat ini, keberadaan Rajoelina belum diketahui. Ia menghilang setelah unit militer elit CAPSAT membelot dan bergabung dengan aksi protes anti-pemerintah yang dipelopori oleh kelompok pemuda Gen Z pada akhir pekan lalu. Dalam sebuah pidato yang disiarkan di media sosial pada Senin (13/10/2025) malam, Rajoelina mengaku telah meninggalkan negara untuk mencari "tempat aman" karena merasa terancam. Namun, ia tidak mengungkapkan lokasinya.
Madagaskar kembali menghadapi gejolak terburuk sejak tahun 2009, saat Rajoelina pertama kali berkuasa melalui kudeta militer dan memimpin pemerintahan transisi. Kini, ia menghadapi tekanan besar untuk mundur dari jabatannya setelah serangkaian unjuk rasa yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
Protes ini dipicu oleh berbagai masalah nasional, termasuk pemadaman listrik dan air yang berkepanjangan, kemiskinan, serta dugaan korupsi dan penggelapan dana publik oleh pejabat pemerintahan serta kerabat mereka. Gerakan ini banyak digerakkan oleh kaum muda yang terinspirasi dari keberhasilan demonstrasi Gen Z di Nepal dan Sri Lanka dalam menggulingkan rezim yang berkuasa.
Situasi semakin memanas pada Sabtu lalu ketika tentara dari unit CAPSAT secara terbuka menyatakan tidak lagi mendukung Rajoelina dan justru mendesak pengunduran dirinya serta para menteri pemerintahannya.
Unit ini bahkan menyatakan bahwa mereka kini memegang kendali atas seluruh angkatan bersenjata Madagaskar dan telah menunjuk pimpinan baru untuk militer serta pasukan gendarmerie.
Dalam pidatonya dari lokasi rahasia, Rajoelina menuding ada upaya perebutan kekuasaan secara ilegal dan paksa.
Ia menyerukan dialog untuk mencari solusi damai dan menekankan bahwa konstitusi harus dihormati. Rajoelina pertama kali terpilih sebagai presiden pada 2018 dan kembali terpilih pada 2023, dalam pemilu yang diboikot oleh sebagian besar partai oposisi.
Dian, seorang warga negara Indonesia yang kini tinggal bersama keluarganya di Anantanarivo bercerita, situasi sejak tanggal 25 Oktober 2025 memang cukup mencekam, dengan aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa yang menuntut turunnya Andry Rajoelina.
"Untungnya anak-anak yang termasuk Gen Z, gak ikut-ikutan berdemonstrasi, karena berujung rusuh," ujar Dian bercerita.
Dian juga sempat menyaksikan sejumlah aksi pembakaran kendaraan, termasuk penjarahan sejumlah toko dan supermarket.
"Ada sebuah supermarket ChinaMall habis dijarah. Begitu juga pertokoan di Tana Water Front yang habis dijarah," ujar Dian kepada investortrust. Namun ia menyebut sejatinya masyarakat di Madagaskar telah mengalami hal yang lebih buruk saat kerusuhan terjadi pada tahun 2002 dan tahun 2009, saat kudeta kepemimpinan terjadi di periode tersebut. "Jadi sekarang gue setelah kerusuhan malah langsung keluar dan foto-foto," ujarnya renyah. (Dokumentasi oleh Dian)

