Powell Sebut The Fed Hadapi ‘Situasi Menantang’, Yield Treasury AS Turun
Poin Penting
- Imbal hasil Treasury AS turun, 10 tahun ke 4,112%, 30 tahun ke 4,728%.
- Powell sebut inflasi condong naik, tenaga kerja condong melemah, jadi dilema bagi The Fed.
- Pasar menunggu data PCE Jumat ini sebagai indikator inflasi kunci.
- The Fed baru saja memangkas suku bunga 25 bps, disambut positif pasar obligasi.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turun pada Selasa (23/9/2025), setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral menghadapi situasi menantang dalam menjaga keseimbangan antara inflasi dan ketenagakerjaan.
Baca Juga
Powell Soroti Tingginya Valuasi Saham, Wall Street Tutup di Zona Merah
Imbal hasil Treasury 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,112%. Imbal hasil Treasury 2 tahun turun kurang dari 1 basis poin menjadi 3,59%. Imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun jatuh lebih dari 3 basis poin ke 4,728%.
Powell mengatakan dalam pidato kepada para pemimpin bisnis di Providence, Rhode Island, bahwa situasi antara mengelola pelemahan pasar tenaga kerja dan inflasi yang sulit adalah hal yang “menantang.”
“Risiko jangka pendek terhadap inflasi condong ke atas dan risiko terhadap ketenagakerjaan condong ke bawah, sebuah situasi yang menantang. Risiko dua arah berarti tidak ada jalur bebas risiko,” katanya dalam pidato tersebut.
Salah satu pembaruan ekonomi penting yang diantisipasi pekan ini adalah indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) — ukuran inflasi favorit Federal Reserve — yang diharapkan memberikan gambaran tentang tekanan inflasi dan kondisi ekonomi AS secara lebih luas.
Pekan lalu, The Fed melakukan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini, sesuai ekspektasi pasar dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Indikasikan Pemotongan Lanjutan
“Mengingat tidak ada perkembangan data material sejak konferensi pers minggu lalu, ekonom AS kami memperkirakan nada Powell akan selaras erat dengan pernyataannya pekan lalu,” tulis analis Deutsche Bank dalam sebuah catatan riset, seperti dikutip CNBC.
Perubahan sikap The Fed yang lebih dovish selama rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan September seharusnya positif bagi pasar suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, kata manajer aset global Eastspring Investments dalam sebuah catatan yang diterbitkan Selasa.

