Perlambatan Ekonomi China Kian Dalam, Investasi Real Estat Anjlok 12,9%
BEIJING, investortrust.id – Ekonomi China kembali kehilangan momentum pada Agustus. Sejumlah indikator kunci - mulai dari penjualan ritel, output industri, hingga investasi aset tetap - semuanya meleset dari perkiraan analis. Hal ini menambah tekanan pada Beijing untuk memperkuat dukungan kebijakan fiskal di tengah lemahnya permintaan domestik dan krisis berkepanjangan di sektor properti.
Data Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan penjualan ritel hanya naik 3,4% (yoy), di bawah konsensus Reuters sebesar 3,9% dan melambat dari 3,7% pada Juli.
Baca Juga
Ekspor China ke AS Anjlok 33% Imbas Tarif Trump, Beijing Alihkan Fokus ke Asia & Afrika
Output industri melambat ke 5,2% (yoy), level terlemah sejak Agustus 2024. Sementara itu, investasi aset tetap sejak awal tahun hanya tumbuh 0,5%, jauh di bawah ekspektasi 1,4%.
Sektor properti menjadi titik lemah terbesar, dengan investasi anjlok 12,9% dalam delapan bulan pertama tahun ini.
Meski investasi BUMN menopang sebagian besar proyek infrastruktur dan teknologi tinggi, investasi swasta justru berkontraksi.
Baca Juga
“Perlambatan ini bukan kejutan bagi pasar. Namun tanpa stimulus besar, Beijing berisiko gagal mencapai target pertumbuhan 5% tahun ini,” beber Zhiwei Zhang, Presiden Pinpoint Asset Management, dikutip dari CNBC, Senin (15/2025).
Pasar saham daratan merespons positif, dengan indeks CSI 300 naik hampir 1% setelah rilis data. Namun analis menekankan bahwa dorongan tambahan melalui pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal akan semakin dibutuhkan pada kuartal mendatang.

