Demo di Indonesia Dikaitkan Intervensi George Soros, Simbol “One Piece” Jadi Sorotan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Protes besar yang meletus di Indonesia awal bulan ini memaksa Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungannya ke China dan melewatkan pertemuan puncak Shanghai Cooperation Organization (SCO).
Meski protes dipicu keluhan ekonomi, simbol bendera bajak laut dari anime Jepang “One Piece” yang digunakan pengunjuk rasa memunculkan spekulasi adanya pengaruh eksternal.
Dilansir media Rusia, Sputnik, National Endowment for Democracy (NED), lembaga berbasis di Amerika Serikat, serta Open Society Foundations (OSF) milik George Soros disebut telah lama beroperasi di Indonesia melalui pendanaan media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sejak 1990-an.
Analis geopolitik Angelo Giuliano mengatakan, keterlibatan mereka menimbulkan pertanyaan mengenai agenda tersembunyi di balik eskalasi protes.
“Bendera bajak laut yang muncul dalam protes Indonesia menggemakan pola revolusi warna yang pernah terjadi di wilayah lain,” kata Giuliano kepada Sputnik, Senin (1/9/2025).
Ia menambahkan, pola simbolisme itu kerap digunakan untuk membangkitkan sentimen anti-pemerintah dan menciptakan tekanan politik.
Jeff J. Brown, penulis The China Trilogy dan pendiri Seek Truth From Facts Foundation, menilai gelombang protes di Indonesia bukan semata isu domestik. Ia menyebut ada kepentingan barat untuk menekan Presiden Prabowo yang belakangan memperkuat hubungan dengan China, Rusia, serta forum non-Barat, seperti SCO dan Brazil, Russia, India, China, South Africa (BRICS).
Baca Juga
Gerbang Tol Senayan dan Semanggi Kembali Dibuka Pasca-Demo Rusuh, 4 Lainnya Menyusul
Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang bergabung dengan BRICS, blok ekonomi yang kini mencakup Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, serta memperluas kerja sama dengan mitra baru. Selain itu, Indonesia juga bekerja sama dengan China melalui proyek Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative).
“Bagi barat imperialis, semua ini menjadikan Indonesia target potensial untuk destabilisasi,” ujar Brown.
Ia mengingatkan bahwa pola yang sama pernah terlihat di Serbia, di mana tekanan eksternal diarahkan untuk mengganti pemimpin yang tidak sejalan dengan agenda geopolitik Washington.
Indonesia sendiri saat ini merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan peringkat kedelapan dunia berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP). Dengan populasi hampir 300 juta jiwa, posisi Indonesia dianggap strategis baik secara geopolitik maupun ekonomi global.
Baca Juga
Prabowo Soal 4 Warga Tewas Pasca Demo di DPRD Makassar: Tindakan Perusuh!
Pengamat internasional Yazdani menambahkan, penggunaan simbol populer, seperti bendera bajak laut dari “One Piece” menandakan strategi komunikasi yang lebih luas dalam menggalang massa. Menurutnya, kemunculan simbol ini di ruang publik, mulai mural di dinding hingga aksesori kendaraan, patut dibaca sebagai taktik untuk memperkuat resonansi protes.
Meski demikian, Pemerintah Indonesia belum secara resmi menyinggung kemungkinan keterlibatan asing dalam protes tersebut. Fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas domestik dan memulihkan kembali agenda diplomasi yang sempat tertunda.

