Krisis Politik Prancis Guncang Pasar Obligasi Eropa
Poin Penting
- Imbal hasil obligasi 10 tahun Prancis melonjak 9 bps ke 3,51%.
- Premi risiko terhadap obligasi Jerman melebar 7 bps, terbesar sejak Juni 2023.
- PM Francois Bayrou ajukan mosi percaya atas rencana pemangkasan anggaran besar-besaran.
- Risiko politik kembali menghantui pasar setelah oposisi menolak dukungan.
LONDON, investortrust.id – Ketidakpastian politik di Prancis kembali memicu volatilitas pasar. Perdana Menteri Francois Bayrou mengumumkan mosi percaya terhadap pemerintahannya terkait paket pemangkasan anggaran besar-besaran.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Turun Tajam setelah Pernyataan Powell di Jackson Hole
Langkah itu menimbulkan risiko serius, mengingat pemerintah Bayrou hanya minoritas dan tiga partai oposisi utama sudah menyatakan tidak akan memberikan dukungan. Jika kalah dalam pemungutan suara bulan depan, pemerintahan Bayrou bisa jatuh.
Pasar obligasi langsung merespons. Dikutip dari Reuters, imbal hasil 10 tahun Prancis melonjak hingga 9 basis poin menjadi 3,51%, level tertinggi sejak Maret. Selisih imbal hasil dengan obligasi Jerman melebar hampir 7 bps, ke titik tertinggi sejak April.
Baca Juga
Yield Obligasi Jepang Mendekati Rekor, Ancaman bagi Aset Keuangan AS
Menurut catatan analis, ini merupakan pelebaran harian terbesar sejak Juni 2023, tepat sebelum pemilu legislatif yang berujung pada parlemen gantung.
Investor semakin menuntut premi risiko untuk memegang utang Prancis. Kekhawatiran politik menambah tekanan pada prospek fiskal.

