Ini Dia Hantu Biang Kerok Yang Disebut-sebut Mengebom Fasilitas Nuklir Iran di Fordow
Jakarta, investortrust.id – Pada tahun 1980, para pekerja di bekas pabrik mobil Ford di Pico Rivera California bingung dan kaget saat mereka dikumpulkan oleh personil Angkatan Udara AS yang datang tanpa seragam. Dalam briefing itu mereka akan dipekerjakan kembali dan diambil sumpahnya untuk tidak berbicara atau membocorkan apa yang mereka akan kerjakan di bekas pabrik mobil itu. Bekas pabrik mobil Ford itu kemudian dibangun kembali dan direnovasi besar-besaran.
Para pekerja tidak tahu persis untuk apa bangunan itu direnovasi dan mereka bahkan tidak tahu apa yang akan mereka kerjakan. Komponen dan suku cadang yang tidak pernah mereka lihat berdatangan dari perusahaan asing yang belum pernah mereka dengar namanya. Namun mereka tetap bekerja di bawah arahan dan pengawasan ketat.
Akhirnya teka teki tersebut mulai terjawab ketika B-2 pertama kali ditampilkan di depan publik pada 22 November 1988 di Pangkalan AU AS di Palmdale, California, tempat pesawat itu dirakit. Penayangan ini sangat dibatasi, dan para tamu tidak diizinkan untuk melihat bagian belakang B-2. Namun, editor Aviation Week menemukan bahwa tidak ada pembatasan wilayah udara di atas area presentasi dan ia mengambil foto udara dari bagian belakang pesawat yang dirahasiakan. Foto dari Aviation Week memperlihatkan dengan nozzle dari mesin B-2 yang dibuat pipih dan seperti ditekan. Di kemudian hari ditemukan bahwa desain tersebut untuk membuyarkan udara panas yang keluar dan meminimalkan potensi pembesaran RCS (Radar Cross Section), salah satu fitur siluman pada pesawat-pesawat generasi siluman milik AS.
Hanya Sayap Terbang
Northrop B-2 Spirit, juga dikenal sebagai Stealth Bomber, adalah pesawat pengebom siluman strategis kelas berat Amerika, yang mengusung teknologi siluman sehingga dapat menembus pertahanan udara lawan yang padat dengan radar pendeteksi dan senjata anti-pesawat.
Desainnya yang ekstrim memperlihatkan hanya seperti sayap terbang subsonik dengan dua awak dengan badan pesawat yang seamless (menyatu) dengan sayap, pesawat ini dirancang oleh Northrop (kemudian Northrop Grumman) sebagai kontraktor utama, dengan Boeing, Hughes, dan Vought sebagai subkontraktor utama, dan diproduksi dari tahun 1988 hingga 2000.
Pembom yang sangat dibenci oleh musuh AS ini dapat menjatuhkan senjata konvensional dan termonuklir, seperti delapan puluh bom berpemandu GPS kelas 500 pon (230 kg) Mk 82 JDAM (Joint Direct Attack Munition), atau enam belas bom nuklir B83 seberat 2.400 pon (1.100 kg).
B-2 adalah satu-satunya pesawat yang diakui dalam dinas yang dapat membawa senjata jarak jauh udara-ke-permukaan besar dalam konfigurasi siluman. Pengembangan dimulai di bawah proyek Advanced Technology Bomber (ATB) selama pemerintahan Presiden AS Jimmy Carter, yang membatalkan pembom B-1A berkemampuan Mach 2, karena biaya yang membengkak dan kemajuan proyek yang lambat.
Pada akhirnya, program ini menghasilkan 21 unit B-2 dengan biaya rata-rata $2,13 miliar masing-masing (kurang lebih $4,17 miliar pada tahun 2024), termasuk pengembangan, rekayasa, pengujian, produksi, dan pengadaan. Membangun setiap pesawat menghabiskan biaya rata-rata US$737 juta, sementara total biaya pengadaan (termasuk produksi, suku cadang, peralatan, retrofitting, dan dukungan perangkat lunak) rata-rata $929 juta ( kurang lebih $1,11 miliar pada tahun 2023) per pesawat.
Pembom Yang Mahal dan Rumit
Biaya modal dan operasi proyek yang cukup besar membuatnya kontroversial di Kongres AS bahkan sebelum berakhirnya Perang Dingin. Hal ini secara dramatis mengurangi jam terbang dan penggunaan pesawat siluman yang pada awalnya dirancang untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Soviet. Akibatnya, pada akhir tahun 1980-an dan 1990-an, para pembuat undang-undang mengecilkan rencana pembelian 132 pesawat pengebom menjadi hanya 21 unit.
B-2 dapat melakukan misi serangan pada ketinggian hingga 50.000 kaki (15.000 m); memiliki jangkauan tanpa pengisian bahan bakar lebih dari 6.000 mil laut (11.000 km; 6.900 mil) dan dapat terbang lebih dari 10.000 mil laut (19.000 km; 12.000 mil) dengan satu kali pengisian bahan bakar di udara. Pesawat ini mulai beroperasi pada tahun 1997 sebagai pesawat kedua yang dirancang dengan teknologi siluman canggih, setelah pesawat serang Lockheed F-117 Nighthawk.
Awalnya dirancang sebagai pesawat pengebom nuklir, B-2 pertama kali digunakan dalam pertempuran untuk menjatuhkan persenjataan konvensional non-nuklir dalam Perang Kosovo pada tahun 1999. Pesawat ini kemudian digunakan di Irak, Afghanistan, Libya, Yaman, dan Iran. Angkatan Udara Amerika Serikat Hanya menyisakan sembilan belas B-2 yang beroperasi pada tahun 2024; satu hancur dalam kecelakaan tahun 2008 dan satu lagi rusak dalam kecelakaan pada tahun 2022 dan dipensiunkan dari layanan kemungkinan karena biaya dan durasi perbaikan yang tidak masuk akal. Angkatan Udara berencana untuk mengoperasikan B-2 hingga tahun 2032, dan tugasnya akan digantikan oleh Northrop Grumman B-21 Raider.
Investortrust: Dari berbagai sumber

