Presiden Putin: Indonesia Mitra Dagang Strategis Rusia di Asia Tenggara
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra strategis perdagangan dengan negaranya. Pernyataan itu didukung meningkatnya volume perdagangan antara kedua negara dalam empat bulan terakhir.
“Indonesia adalah salah satu mitra perdagangan Rusia yang utama di Asia Tenggara. Tahun lalu, volume perdagangan antara kedua negara mencapai US$ 4,3 miliar. Selama empat bulan ini, volume perdagangan naik 40%” kata Putin saat menyampaikan pernyataan bersamanya setelah bertemu Presiden RI Prabowo Subianto, di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, diakses Jumat (20/6/2025).
Berdasarkan laman Satu Data Kementerian Perdagangan, selama Januari-April 2025, nilai ekspor Indonesia ke Rusia mengalami kenaikan hingga 112,71% secara tahunan. Selama empat bulan tersebut, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 684 juta.
Sementara itu, impor Indonesia dari Rusia selama periode tersebut juga mengalami kenaikan hingga 70,07%. Total impor Indonesia dari Rusia membukukan angka US$ 1,203 miliar.
Selama empat bulan ini, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan dengan Rusia. Nilai defisit selama Januari-April 2025 tersebut mencapai US$ 518 juta atau -34,49% lebih dalam dari periode yang sama tahun lalu yaitu US$ 385 juta.
Baca Juga
Prabowo dan Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Strategis
Selama Januari-April 2025, komoditas utama ekspor Indonesia ke Rusia yaitu, lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) dengan nilai US$ 321,8 juta, bahan kimia anorganik dan sejenisnya (HS 28) dengan nilai US$ 153 juta, kakao dan olahan kakao (HS 18) sebesar US$ 44 juta, dan kopi, teh, mate, dan rempah-rempah (HS 09) sebesar US$ 24 juta.
Ekspor komoditas kopi, teh, dan sejenisnya itu mengalami lonjakan yang pesat pada empat bulan pertama bulan ini. Total lonjakan itu mencapai 5.108,6% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi impor, Indonesia menjadi pembeli utama minyak mentah dari Rusia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor minyak mentah (HS 27) dari Rusia senilai US$ 803,9 juta selama Januari-April 2025.
Selain itu, impor terbesar kedua Indonesia dari Rusia yaitu pupuk (HS 31). Indonesia mengimpor sebesar US$ 223,7 juta pupuk dari Rusia selama periode tersebut.
Melihat komposisi perdagangan ini, tak salah jika Rusia menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan pasokan energi dan pertanian dengan Indonesia.
“Pertemuan saya dengan Presiden Putin hari ini berlangsung dengan intens dan produktif. Di semua bidang ekonomi, kerja sama teknis, perdagangan, investasi, pertanian semua telah mengalami peningkatan yang berarti,” ujar Prabowo.

