Sambut Presiden Prabowo, PM Singapura Lawrence Wong Sebut Era Baru Hubungan Bilateral
SINGAPURA, investortrust.id — Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan bahwa hubungan negaranya dengan Indonesia memasuki era kerja sama baru seiring kunjungan kenegaraan pertama Presiden RI Prabowo Subianto ke Negeri Singa tersebut pada Minggu (15/6/2025).
Dalam sambutannya, PM Lawrence Wong juga menyebut kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dipadukan dengan Retret Pemimpin tahunan kedua negara, yang menjadi wadah komunikasi antara dua negara bertetangga.
“Retret ini merupakan wadah yang kami sampaikan hanya kepada dua tetangga terdekat,” ujarnya, merujuk pada Annual Leaders’ Retreat yang digelar bersamaan dengan kunjungan tersebut. “Retret ini mencerminkan rasa nyaman dan kepercayaan yang kita miliki satu sama lain di tingkat tertinggi, serta komitmen bersama untuk bekerja sama dalam semangat saling menghormati,” demikian dikatakan PM Lawrence Wong dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Senin (16/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut PM Wong menyoroti keberhasilan implementasi tiga perjanjian yang disahkan tahun lalu—Flight Information Region (FIR), kerja sama pertahanan, dan ekstradisi. “Angkatan bersenjata kita terus berlatih bersama dan tengah menjajaki kemungkinan‑kemungkinan baru untuk kerja sama militer,” kata Wong.
Ia juga menyampaikan di wilayah udara, perjanjian wilayah informasi penerbangan telah berhasil dilaksanakan. “Personel Indonesia ditempatkan di Singapura. Kami menyambut mereka dan mereka bekerja sama dengan lancar dengan Otoritas Penerbangan Sipil Singapura untuk memastikan manajemen lalu lintas udara yang aman dan efisien,” ujarnya.
Sementara soal perjanjian ekstradisi, menurutnya pihaknya tengah menangani kasus pertama kini sedang diproses di pengadilan Singapura. “Dan ini tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama erat antara lembaga hukum dan penegak hukum kita,”tuturnya.
Baca Juga
Tiba di Singapura, Presiden Prabowo Disambut Langsung oleh PM Lawrence Wong
Masih menurut PM Wong, perubahan iklim dapat diubah dari tantangan menjadi peluang. Menteri energi kedua negara disebutkannya telah menandatangani tiga nota kesepahaman tentang perdagangan listrik lintas batas, penangkapan dan penyimpanan karbon, serta kawasan industri berkelanjutan.
PM Wong juga menyampaikan Singapura tetap menjadi sumber utama investasi asing ke Indonesia selama lebih dari satu dekade, “menyumbang lebih dari sepertiga dari semua investasi asing yang terealisasi tahun lalu,” jelas Wong. Bank sentral kedua negara juga memperpanjang bilateral financial arrangements untuk pertama kalinya selama tiga tahun sekaligus, “mencerminkan komitmen kita menjaga stabilitas moneter dan keuangan di tengah ketidakpastian global.”
PM Wong juga menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ASEAN dan menegakkan sistem multilateral berbasis aturan, seraya menyatakan dukungan Singapura terhadap upaya Indonesia bergabung dengan CPTPP.
“Selama hampir 60 tahun, Indonesia dan Singapura telah berdiri bahu‑membahu sebagai mitra menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya. “Saya sangat yakin kita akan terus melakukannya, terutama dengan dukungan dan kepemimpinan kuat Presiden Prabowo,” kata PM Wong.

