Memprihatinkan, Korban Tewas Perang Israel-Hamas di Gaza Tembus 55.000
GAZA, investortrust.id - Korban jiwa akibat konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza resmi menembus angka 55.000 jiwa, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Rabu (11/6/2025) waktu setempat.
Baca Juga
Menurut otoritas itu, dalam 24 jam terakhir, militer Israel menewaskan 120 orang dan melukai 474 lainnya, menjadikan total korban tewas mencapai 55.104 orang sejak pecahnya konflik Hamas-Israel pada awal Oktober 2023.
Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin mendalam, sedikitnya 21 warga dilaporkan tewas saat dalam perjalanan menuju lokasi distribusi bantuan kemanusiaan.
Kondisi seputar kematian di dekat titik distribusi itu masih belum sepenuhnya jelas. Militer Israel mengonfirmasi telah melepaskan tembakan peringatan di Gaza tengah terhadap sejumlah “tersangka” yang dianggap mengancam keselamatan pasukan.
Sementara itu, Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang mengelola titik distribusi bantuan, mengungkap bahwa sedikitnya lima pekerja kemanusiaan lokal mereka tewas dalam sebuah serangan yang mereka tuding dilakukan oleh Hamas. Para pekerja tersebut tengah menuju salah satu pusat bantuan ketika insiden terjadi.
“Kami kehilangan lima staf di lapangan hari ini,” sebut juru bicara GHF dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Associated Press.
Kementerian Kesehatan Gaza, yang tidak membedakan korban sipil dan kombatan, menyatakan bahwa lebih dari separuh dari total 55.104 korban tewas merupakan perempuan dan anak-anak. Angka tersebut belum mencakup korban tewas yang dilaporkan pada Rabu ini. Selain itu, tercatat sedikitnya 127.394 orang terluka selama 20 bulan konflik berlangsung.
Baca Juga
Israel Gencarkan Serangan Darat ke Gaza, Timur Tengah Kembali Memanas
Di sisi lain, otoritas Israel menyatakan bahwa operasi militer mereka hanya menargetkan kelompok militan. Israel menyalahkan Hamas atas tingginya korban sipil, dengan tudingan bahwa kelompok tersebut sengaja beroperasi di kawasan padat penduduk dan menggunakan warga sipil sebagai tameng.
“Setiap korban sipil adalah tragedi,” kata juru bicara militer Israel. “Namun Hamas bertanggung jawab karena menyembunyikan fasilitas militernya di tengah-tengah populasi sipil.”
Namun menurut laporan dari lapangan, banyak warga sipil yang masih terjebak di bawah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan, atau berada di area yang tak bisa dijangkau oleh tim medis lokal. Lembaga kemanusiaan memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari data resmi.
Situasi kemanusiaan di Gaza kini berada di titik nadir, dengan sistem kesehatan yang nyaris lumpuh dan distribusi bantuan yang kerap berujung tragis. Di tengah tekanan internasional yang terus meningkat, harapan akan jeda kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan masih belum menampakkan hasil konkret.
Baca Juga
AS Veto Gencatan Senjata Gaza, PBB Gagal Sahkan Resolusi Kemanusiaan

