Pemilihan Paus Baru Disiapkan, Ini Prosesi yang Digelar di Vatikan
VATIKAN, Investortrust.id - Paus Fransiskus telah tutup usia pada Senin (21/4/2025), setelah selama 12 tahun menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma. Kematiannya mengundang gelombang duka dari seluruh dunia. Sementara itu sejumlah prosesi tengah disiapkan di tengah masa masa interregnum (masa antara dua kepausan).
Seperti ditulis CBS News, wafatnya Paus dengan demikian akan dimulai pula rangkaian tradisi dan ritual yang berusia berabad-abad, yang berpuncak pada konklaf, yaitu pertemuan 135 Kardinal Elektoral Gereja yang di dalam Kapel Sistina untuk memilih Paus baru.
Pada hari pertama kematian Paus Fransiskus, kematiannya dinyatakan secara resmi oleh Kardinal Camerlengo. Kardinal Camerlengo merupakan salah satu pejabat penting Vatikan selama masa interregnum (masa antara dua kepausan), dan kini dijabat oleh Kevin Farrell, seorang kelahiran Irlandia yang menjadi warga negara Amerika.
Secara tradisional, untuk emmastikan kematian seorang Paus, Camerlengo akan mengetuk kepala paus dengan palu perak sambil menyebutkan nama baptisnya sebanyak tiga kali. Namun, tradisi menggunakan palu ini sudah tidak lagi digunakan. Cara yang lebih modern, seperti penggunaan elektrokardiogram, sudah digunakan untuk mengonfirmasi wafatnya Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2005.
Setelah Camerlengo menyatakan paus wafat, dan sebelum apartemen kepausan disegel, ia akan memecahkan Fisherman's Ring milik Paus emeritus, serta menghancurkan stempel yang digunakan untuk membuat segel apostolik, sebagai simbol berakhirnya masa kepausan.
Barang-barang ini akan dikuburkan bersama paus. Namun sebelumnya, jenazah akan dibawa untuk disemayamkan di Basilika Santo Petrus, agar pelayat bisa memberikan penghormatan terakhir bagi Paus. Ribuan jemaat Katolik memadati Kota Vatikan saat wafatnya Paus Emeritus Benediktus XVI pada tahun 2022 untuk memberikan penghormatan terakhir.
Baca Juga
Novemdiales
Hari kematian Paus Fransiskus berikutnya akan diikuti oleh masa berkabung selama sembilan hari yang disebut Novemdiales, sebuah tradisi yang berasal dari zaman Romawi kuno. Pada periode ini Bendera Vatikan akan dikibarkan setengah tiang, dan pintu perunggu Basilika Santo Petrus akan ditutup.
Sementara itu pemakaman paus harus dilakukan dalam waktu empat hingga enam hari setelah hari kematiannya. Jika cuaca memungkinkan, upacara akan digelar di Lapangan Santo Petrus.
Biasanya Paus akan dimakamkan di bawah Basilika. Namun Paus Fransiskus pernah menyatakan keinginannya untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, dalam peti kayu sederhana.
Pemakaman
Pemakaman paus terbagi menjadi tiga tahapan, atau yang disebut “stasi”: persiapan jenazah, penghormatan terakhir, dan pemakaman.
Dalam upacara pemakaman yang dihadiri oleh raja, ratu, kepala negara, dan pemimpin agama, peti jenazah akan dibawa melalui “pintu kematian” yang terletak di sebelah kiri altar utama, dan lonceng akan berdentang satu kali.
Peti jenazah kemudian akan diturunkan ke dalam sarkofagus marmer dan ditutup dengan lempeng batu.
Baca Juga
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Paus Fransiskus
Selama masa berkabung sembilan hari, para kardinal dari seluruh dunia akan berkumpul di Roma dan mulai melakukan pertemuan dalam “Kongregasi Umum,” semacam masa kampanye di mana para kandidat paus menyampaikan visi mereka tentang arah Gereja ke depan.
Konklaf
Antara hari ke-15 hingga ke-20 setelah wafatnya paus, proses pemilihan akan dimulai. Para Kardinal Elektoral akan mengisolasi diri di dalam Kapel Sistina di Vatikan untuk memulai proses pemilihan paus baru yang telah berlangsung selama berabad-abad. Hanya kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang saat ini berjumlah sekitar 135 orang, yang berhak memberikan suara.
Di balik pintu tertutup Kapel Sistina, para kardinal akan memberikan suara mereka, mengulanginya hingga satu kandidat memperoleh mayoritas dua pertiga ditambah satu suara. Surat suara akan dibakar setelah setiap putaran pemilihan; asap hitam akan menandakan belum ada pilihan yang disepakati, dan asap putih menandakan bahwa paus baru telah terpilih.

