Di Hadapan Parlemen Turkiye, Prabowo Sebut Mehmed II dan Mustafa Kemal Ataturk Sebagai Idola
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto berpidato di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Parlemen Turkiye, Kamis (10/4/2025). Dalam pidato selama 14 menit tersebut, Prabowo menyampaikan sosok penting asal Turkiye yang menjadi idolanya.
“Sebagai anak muda saya punya pahlawan, saya punya ikon adalah Mustafa Kemal Atarturk dan Mehmed Sang Penakluk (Mehmed II)” kata Prabowo, dipantau dari tayangan daring.
Prabowo mengatakan saat muda mempelajari sejarah Turkiye. Kecintaan terhadap dua tokoh itu terbawa hingga saat ini.
“Kalau saudara datang ke kantor saya, di Jakarta, kalau saudara datang ke rumah saya di Jakarta, ada patung Mustafa Kemal Atarturk,” ucap dia.
Menurut Prabowo, Turkiye dan Indonesia memiliki kedekatan sejarah. Bagi rakyat Indonesia, Turkiye merupakan peradaban muslim yang terbesar bagi umat Islam di Indonesia.
Baca Juga
Prabowo Bakal Berpidato di Parlemen Turkiye dan Hadiri Upacara Penyambutan Kenegaraan
“Bagi kami, Turkiye adalah penerus dari peradaban Usmani, peradaban Ottoman,” ucap dia.
Prabowo menjelaskan dalam sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia, Turkiye berperan penting melawan penjajah. “Kekaisaran Ottoman mengirim bantuan, mengirim senjata, mengirim tentara, mengirim penasihat,” ujar dia.
Cerita bantuan itu, menurut Prabowo kerap dia dengar saat berkunjung ke daerah-daerah. Dari cerita warga di Aceh dan Deli Serdang, banyak leluhurnya yang dibantu oleh prajurit dari kekaisaran Ottoman.
“Sampai hari ini masih diceritakan oleh rakyat Indonesia, jadi itulah hubungan kami, itulah kenapa saya datang ke sini,” kata dia.
Prabowo menekankan hubungan Indonesia dan Turkiye harus menjadi jalan untuk memimpin dunia dengan penuh kearifan. Dengan kerja sama bilateral, suara Indonesia dan Turkiye dapat didengar masyarakat dunia.
“Saya ingin makin dekat dengan Turkiye, mari bersama-sama kerja sama, mari kita bangun kesejahteraan rakyat kita bersama untuk kita menuju keadaan yang lebih baik di abad ke-21 ini,” jelas dia.

