Nikkei Jepang Anjlok Seiring Kejatuhan Wall Street
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik melemah pada hari Jumat (07/03/2025), seiring kejatuhan Wall Street setelah konsesi tarif Presiden AS Donald Trump gagal menenangkan investor.
Para trader juga khawatir dengan data ekonomi dari AS, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa kebijakan Trump dapat menghambat perekonomian AS.
Baca Juga
Wall Street Turun Tajam di Tengah Ketidakpastian Tarif, Dow Jones Merosot Lebih dari 400 Poin
Buku Beige Federal Reserve dan laporan manufaktur dari Institute for Supply Management sama-sama menunjukkan kekhawatiran terhadap kenaikan biaya produksi akibat tarif.
Data dari Challenger, Gray & Christmas yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa pengumuman pemutusan hubungan kerja melonjak ke level tertinggi sejak 2020. Firma penempatan tenaga kerja ini menemukan bahwa lonjakan tersebut didorong oleh upaya Trump dan miliarder Elon Musk untuk mengurangi tenaga kerja pemerintah federal.
Baca Juga
Di Asia, para trader menantikan data perdagangan gabungan China untuk Januari dan Februari. Badan bea cukai China merilis data dua bulan pertama sebagai angka gabungan untuk memperhitungkan libur Tahun Baru Imlek.
Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pertumbuhan ekspor akan melambat menjadi 5% secara tahunan, sementara pertumbuhan impor diperkirakan tetap stabil di 1%.
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 2,01%, sementara indeks berbasis luas Topix melemah 1,8%.
Kospi Korea Selatan turun 1,15%, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq mengalami penurunan lebih kecil, yakni 0,57%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia memulai hari dengan turun 1,28%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.085, mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di 24.369,71.
Di AS, ketiga indeks utama mengalami penurunan, dengan Nasdaq Composite turun 2,61%, secara resmi memasuki wilayah koreksi, yakni ketika indeks turun 10% dari level tertinggi terbarunya.
Dow Jones Industrial Average melemah 0,99%, sementara S&P 500 anjlok 1,78%.

