Bagikan

Netanyahu Kecam Perlakuan Buruk Hamas terhadap 3 Sandera asal Israel

TEL AVIV, Investortrust.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  mengecam perlakuan buruk terhadap tiga sandera yang dibebaskan dari penahanan Hamas akhir pekan lalu. Ia pun berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi konsekuensinya.

“Kita semua merasa ngeri,” kata Netanyahu dalam sesi panas di Knesset, merujuk pada pembebasan Ohad Ben Ami, Eli Sharabi, dan Or Levy, yang menunjukkan tanda-tanda kelaparan dan penyiksaan setelah masa penahanan mereka. “Mereka yang bertanggung jawab akan membayar harganya. Siapa pun yang menyakiti sandera kita, darah mereka ada di tangan mereka,” kata Netanyahu seperti dikutip ynetnews.com, Senin (10/2/2025).

Netanyahu juga membela penanganan pemerintahannya terhadap negosiasi pembebasan sandera, mengungkapkan bahwa pejabat keamanan senior awalnya meragukan kemungkinan dibebaskannya para sandera tersebut. “Pada awal perang, saya dan rekan-rekan saya di Kabinet Perang diberitahu oleh pejabat keamanan tertinggi bahwa kami harus berasumsi tidak akan bisa membawa mereka kembali, bahkan mungkin tidak satu pun (dari sandera),” katanya. “Saya mengambil pandangan yang berbeda, dan saya memperjuangkan hal ini setiap hari.”

Pernyataan Netanyahu tersebut disampaikan saat debat mosi tidak percaya di Knesset, di mana ia menghadapi kritik tajam dari anggota parlemen oposisi. Saat mereka meneriakinya, Netanyahu berusaha menunjukkan ketegasan dengan menyatakan bahwa “Israel tidak pernah sekuat ini” dan membanggakan kunjungannya baru-baru ini ke Washington sebagai tanda dukungan internasional.

Baca Juga

Rekonstruksi Gaza Belum Jelas, Hamas Sebut Israel Biang Keroknya

“Kita mungkin sedang menghadapi mosi tidak percaya di sini, tetapi saya baru saja kembali dari Washington, di mana ada dukungan besar terhadap Israel, IDF, dan pemerintah Israel,” ujarnya.

Netanyahu juga memuji proposal Presiden AS Donald Trump untuk masa depan Gaza, menyebutnya “revolusioner” dan sebagai cara untuk mencegah wilayah tersebut kembali menjadi basis terorisme. “Kalian terus bertanya tentang hari setelahnya, sekarang kalian punya jawabannya,” katanya. “Presiden Trump telah mengusulkan ide revolusioner untuk periode setelah Hamas.”

Saat debat berlanjut, anggota Knesset dari oposisi, Efrat Rayten, menyela dengan berteriak, “Hamas masih menguasai Gaza!” Netanyahu membalas, “Kami tidak akan mengulangi kesalahan Oslo berulang kali seperti yang kalian lakukan.”

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024