Wall Street Melaju di Tengah Fluktuasi, Dow Melonjak di Atas 150 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada penutupan Kamis waktu AS atau Jumat (31/01/2025) WIB. Wall Street melaju, meski berfluktuasi setelah Presiden Donald Trump kembali mengulangi ancamannya terkait tarif perdagangan.
Dow Jones Industrial Average melonjak 168 poin atau 0,4%. Pada level tertinggi sesi, indeks ini sempat naik hampir 300 poin. S&P 500 naik 0,5%, sementara Nasdaq Composite menguat 0,3%. Kenaikan saham terpangkas menjelang penutupan setelah Trump mengumumkan niatnya untuk menerapkan tarif 25% pada barang yang diimpor dari Kanada dan Meksiko.
Baca Juga
Trump Akan Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk China, 25% untuk Kanada dan Meksiko
Di sisi lain, Wall Street mencerna laporan keuangan terbaru dari sejumlah perusahaan teknologi raksasa. Saham Meta Platforms dan Tesla masing-masing naik 1% dan 3%, sementara saham Microsoft turun 6% setelah ketiga perusahaan tersebut melaporkan kinerjanya. Meta melampaui ekspektasi pada pendapatan dan laba, tetapi saham Microsoft melemah karena perkiraan pendapatan kuartalannya mengecewakan. Tesla, di sisi lain, tetap menguat meskipun mencatat pendapatan dan laba yang meleset dari proyeksi.
"Kami melihat tiga perusahaan teknologi raksasa melaporkan kinerjanya, dan secara keseluruhan, semuanya melewati laporan keuangan mereka tanpa banyak hambatan," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth Management, seperti dikutip CNBC. "Itu pertanda positif jika melihat jumlah perusahaan yang telah melaporkan kinerja dan berapa banyak yang mengalahkan ekspektasi baik dari sisi pendapatan maupun laba," bebernya.
Di sisi lain, investor cenderung berhati-hati setelah pertumbuhan PDB kuartal keempat hanya mencapai 2,3%, lebih rendah dari ekspektasi.
Wall Street sebelumnya ambles setelah Federal Reserve menunda pemangkasan suku bunga, dengan tetap mempertahankan suku bunga pinjaman dalam kisaran 4,25% hingga 4,5.
Baca Juga
Wall Street Ambles Setelah Keputusan The Fed, Saham Nvidia Kembali Anjlok
Dalam pernyataan pasca-pertemuan, para pembuat kebijakan mencatat bahwa inflasi masih "sedikit meningkat."
"Kita bisa mulai mengesampingkan ketidakpastian terkait The Fed yang tidak memangkas suku bunga karena kemungkinan mereka melakukan itu untuk alasan yang tepat, yaitu data ekonomi tampak konsisten dengan keputusan untuk mempertahankan suku bunga saat ini," kata Hogan. "Ini juga memberi mereka waktu untuk menilai kebijakan dari pemerintahan baru dan memperkirakan dampaknya terhadap ekonomi serta inflasi."
Beberapa perusahaan lain dalam kelompok "Magnificent Seven" dijadwalkan melaporkan kinerjanya dalam beberapa hari mendatang, termasuk Apple yang akan merilis laporan keuangannya pada Kamis. Amazon akan menyusul minggu depan. Investor juga menantikan laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk bulan Desember yang akan dirilis pada Jumat.
S&P 500 dan Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi diperkirakan akan menutup minggu ini di zona merah, meskipun telah memangkas sebagian kerugian dari aksi jual pada Senin lalu. Sementara itu, Dow—satu-satunya indeks utama yang mencatatkan kenaikan mingguan—berada di jalur positif.

