Rusia Jadi Tertuduh di Balik Jatuhnya Azerbaijan Airlines di Kazakhstan
JAKARTA, Investortrust.id - Perusahaan keamanan penerbangan Osprey Flight Solutions mengatakan penerbangan J2-8243 Azerbaijan Airlines tujuan Rusia yang jatuh di Kota Aktau, Kazakhstan kemungkinan jatuh akibat ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara militer Rusia, demikian dilaporkan Wall Street Journal pada Rabu malam (25/12/2024).
“Video puing-puing dan keadaan di sekitar lingkungan keamanan wilayah udara di barat daya Rusia menunjukkan kemungkinan pesawat terkena tembakan antipesawat,” kata Matt Borie, kepala intelijen Osprey, dalam sebuah wawancara.
Dalam kesempatan berbeda tudingan ke Rusia juga disampaikan pejabat keamanan nasional Ukraina Andriy Kovalenko. Dalam cuitannya di akun X, ia menyebut "sistem pertahanan udara Rusia" berperan pada kecelakaan di pos X pada hari Rabu.
Sementara itu, pengawas penerbangan Rusia mengatakan situasi darurat yang mengakibatkan jatuhnya J2-8243 bisa saja disebabkan oleh burung.
Mereka yang berada di dalam pesawat itu termasuk 42 warga negara Azerbaijan, 16 warga negara Rusia, enam warga negara Kazakstan, dan tiga warga negara Kyrgyzstan, menurut pejabat Kazakstan.
Baca Juga
Pesawat Azerbaijan Airlines Jatuh di Kazakhstan, 38 Orang Dilaporkan Tewas
Kantor berita Rusia Interfax melaporkan bahwa kedua pilot tewas dalam kecelakaan itu, mengutip penilaian awal oleh pekerja darurat di tempat kejadian.
Para korban yang selamat telah dirawat di rumah sakit dan termasuk dua anak, kata kementerian tersebut kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, The Associated Press melaporkan.
Video kecelakaan tersebut menunjukkan pesawat turun dengan cepat sebelum terbakar saat menghantam pantai, dan asap hitam tebal kemudian membubung, lapor Reuters. Penumpang yang berlumuran darah dan memar terlihat tersandung dari bagian badan pesawat yang masih utuh.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, yang sedang melakukan perjalanan ke Rusia, kembali ke Azerbaijan setelah mendengar berita tentang kecelakaan itu, kata layanan pers presiden. Aliyev dijadwalkan menghadiri pertemuan informal para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, sebuah blok negara-negara bekas Soviet yang didirikan setelah runtuhnya Uni Soviet, di St. Petersburg.
Aliyev menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui pernyataan di media sosial.
“Dengan kesedihan yang mendalam saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka,” tulisnya.
Aliyev juga menandatangani dekrit yang menyatakan tanggal 26 Desember sebagai hari berkabung di Azerbaijan.

