‘Trump Trade’ Kembali Dongkrak Wall Street, Dow Terbang di Atas 450 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Kamis waktu AS atau Jumat (22/11/2024). Indeks Dow Jones melonjak lebih dari 450 poin.
Baca Juga
Wall Street ‘Bullish’ Pasca-Pemilu AS, Dow Jones Melejit 1.500 Poin
Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 melaju saat investor beralih ke saham siklikal yang diperkirakan akan mendapat manfaat dari percepatan ekonomi, sementara saham teknologi mengalami pelemahan.
Dow melesat 461,88 poin atau 1,06% ke 43.870,35. S&P 500 bertambah 0,53% dan ditutup di 5.948,71. Indeks Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, hanya naik tipis 0,03% ke 18.972,42.
“Ini adalah pekan di mana semua orang memikirkan ulang ‘Trump trade’. Orang-orang mulai lebih serius. Tidak cukup hanya berkata ‘kami pikir sektor ini akan berjalan baik’. Perlu jawaban yang lebih konkret.” kata Mark Malek, kepala investasi di Siebert, seperti dikutip CNBC.
Saham-saham yang menjadi pemenang pada Kamis termasuk Goldman Sachs di sektor perbankan, Caterpillar di sektor industri, dan Home Depot di sektor ritel. Indeks Russell 2000, yang dianggap sebagai barometer perusahaan kecil yang akan diuntungkan dari kebijakan Presiden terpilih Donald Trump, naik lebih dari 1%.
Investor juga menilai hasil dari raksasa chip kecerdasan buatan Nvidia, yang sahamnya naik lebih dari 190% tahun ini. Meskipun Nvidia melaporkan hasil kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan dan memberikan panduan yang kuat, sahamnya sempat berfluktuasi sebelum akhirnya ditutup naik 0,5%. Beberapa trader menyebut perlambatan pertumbuhan pendapatan sebagai penyebab kekhawatiran.
“Cerita Nvidia tentang pertumbuhan AI yang dramatis telah menjadi sorotan besar, tetapi investor harus mempertimbangkan apakah Nvidia dapat terus melampaui ekspektasi dalam jangka panjang,” kata Greg Bassuk, CEO AXS Investments.
Baca Juga
Aksi Jual Saham ‘Big Tech’ Tekan Wall Street, Nvidia Anjlok 5%
Di sisi lain, saham teknologi lain menghadapi tekanan. Amazon turun 2,2%, sementara Alphabet (induk Google) melemah hampir 5% karena kekhawatiran antimonopoli. Saham Snowflake melonjak hampir 33% setelah melampaui ekspektasi Wall Street dan meningkatkan panduan pendapatan produknya untuk tahun fiskal. Salesforce juga naik 3,1%.
Di sektor aset digital, Bitcoin mencapai rekor tertinggi intraday baru, melampaui $99.000 untuk pertama kalinya, didorong oleh harapan bahwa kepresidenan kedua Trump akan membawa regulasi yang mendukung industri ini.

