Presiden Prabowo Saksikan Serah Terima Kepemimpinan Kaukus ASEAN–ABAC
JAKARTA, investortrust.id -- Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan serah terima kepemimpinan Kaukus ASEAN untuk kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) Business Advisory Council (ABAC). Kepemimpinan yang sebelumnya dijabat Ketua ABAC Indonesia sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Ketum Kadin Indonesia) Indonesia, Anindya Bakrie, diserahkan kepada Ketua ABAC Malaysia Datuk Ruben E Gnanalingam di APEC CEO Summit 2024.
Acara digelar di Grand National Theatre of Peru, Lima, Kamis petang waktu setempat atau Jumat pagi WIB (15/11/2024).
Anindya Bakrie pada kesempatan ini memperkenalkan Prabowo Subianto ke hadapan pimpinan negara-negara APEC sekaligus mengundangnya untuk memberikan sambutan. Setelah Presiden Prabowo, PM Anwar Ibrahim kemudian memberikan sambutan.
“Bismillah...Go Indonesia, Go ASEAN, Go APEC, untuk dunia yang lebih baik," ujar Anindya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11/2024).
Di tengah acara tersebut juga dilangsungkan Dialog Tingkat Tinggi antara Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim.
Pemerintahan Presiden Prabowo telah menetapkan serangkaian prioritas yang jelas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 8% per tahun, dengan tujuan menempatkan Indonesia di antara lima negara dengan ekonomi teratas di dunia pada tahun 2045, sejalan dengan Visi Indonesia Emas.
Anindya Bakrie yang menjadi pembicara dalam sesi forum diskusi terbuka bertema 'The Impact of Investment on Development' menyatakan, industri digital dan industrialisasi hijau menjadi syarat penting guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8%.
"Dua hal yang terlintas di benak saya untuk Indonesia adalah industri digital dan industrialisasi hijau. Ini penting agar Indonesia mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, infrastruktur digital harus ada," tegas Anindya.
Anindya menyebut bahwa pihaknya juga fokus pada kapasitas bisnis di industrialisasi hijau. Sebab, di bawah tanah, Indonesia diberkati dengan kekayaan mineral yang luar biasa.
Pemerintahan Presiden Prabowo menempatkan fokus yang kuat pada program prioritas, yaitu meningkatkan ketahanan pangan, memastikan ketahanan energi melalui penekanan yang lebih besar pada energi terbarukan, dan meningkatkan ketahanan kesehatan.
Dengan adanya acara APEC CEO Summit, ABAC Indonesia memanfaatkan platform global ini untuk mempertemukan para pemimpin bisnis dari seluruh negara-negara anggota APEC, ASEAN, kawasan Amerika Latin dan Karibia, serta negara-negara mitra dialog lainnya.
Presiden Prabowo Subianto dalam APEC Leaders Informal Dialogue with Guest menegaskan peran penting APEC sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih inklusif di tengah tantangan global yang makin kompleks.
Baca Juga
Momen Keakraban Prabowo dengan para Pemimpin Dunia di Forum APEC 2024
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan tiga peran strategis yang harus diemban APEC. Pertama, APEC harus menjadi jembatan untuk ketahanan atau bridge to resilience. Presiden Prabowo menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama dalam transisi energi bersih dan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim. Presiden juga mendorong hilirisasi industri untuk mencapai kemandirian pangan.
“Kami menghadapi bahaya perubahan iklim, banyak pulau kami terancam oleh naiknya permukaan laut, dan kami bekerja sama dengan banyak negara lain, mengundang mereka untuk bergabung dalam kegiatan ekonomi bersama,” ujar Prabowo.
Kedua, APEC harus menjadi jembatan untuk inovasi atau bridge to innovation. Presiden Prabowo menyerukan pentingnya transformasi digital yang inklusif dengan mengatasi kesenjangan akses teknologi dan juga transfer teknologi antarnegara anggota APEC untuk mendorong inovasi di kawasan.
"Kami yakin bahwa kawasan Asia Pasifik akan memimpin transformasi digital dan inklusivitas ini," ungkap Presiden Prabowo.
Ketiga, APEC harus menjadi jembatan untuk inklusi atau bridge to greater inclusion. Presiden Prabowo menegaskan manfaat pembangunan harus dirasakan oleh semua komunitas dan individu. Oleh karena itu, Presiden Prabowo mendorong upaya pengentasan kemiskinan, pemberantasan korupsi, serta penguatan tata kelola yang transparan.
"Indonesia mendukung prioritas APEC di bidang-bidang ini," ucap Presiden Prabowo.
Dalam pidato penutupnya, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdagangan bebas, keberlanjutan, dan prinsip inklusivitas.
“APEC harus terus menjadi model utama penguatan solidaritas dan kolaborasi di kawasan,” tuturnya.
Baca Juga
Presiden Prabowo Sebut APEC Harus Jadi Jembatan Ketahanan, Inovasi, dan Inklusivitas

