‘Short Covering’ Angkat Harga Minyak
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak rebound pada Rabu (13/11/2024). Aksi ‘short covering’ mengangkat harga minyak yang hampir mencapai level terendah dua minggu pada sesi sebelumnya akibat pemangkasan proyeksi permintaan oleh OPEC.
Baca Juga
Mata uang dolar mencapai level tertinggi tujuh bulan, membatasi kenaikan minyak mentah.
Minyak mentah berjangka Brent naik 39 sen, atau 0,54%, menjadi $72,28 per barel, sementara minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate naik 31 sen, atau 0,46%, menjadi $68,43.
Benchmark tersebut ditutup pada level terendah hampir dua minggu pada Selasa setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2024 dan 2025 di tengah kekhawatiran permintaan di China.
OPEC menyebut lemahnya permintaan di China, India, dan wilayah lain sebagai alasan keputusannya, yang menandai revisi penurunan keempat berturut-turut untuk 2024.
Badan Energi Internasional, yang memiliki proyeksi pertumbuhan permintaan lebih rendah dari OPEC, akan merilis perkiraan terbaru pada Kamis.
"Proyeksi itu jelas bearish, dan pasar masih mencerna hal tersebut," kata Bob Yawger, direktur futures energi di Mizuho, seperti dikutip CNBC. Namun, pasar kembali naik karena beberapa investor spekulatif mencoba menutupi kerugian mereka, tambah Yawger.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menekankan pentingnya melanjutkan "koordinasi erat" dalam kelompok produsen minyak OPEC+ selama panggilan telepon pada Rabu, menurut Kremlin.
Di sisi pasokan, pasar masih mungkin mengalami gangguan dari Iran atau konflik lebih lanjut antara Iran dan Israel, kata Barclays dalam sebuah catatan.
Pemilihan Trump atas Senator Marco Rubio sebagai calon Menteri Luar Negeri diperkirakan akan mendukung harga karena pandangannya yang keras terhadap Iran yang mungkin membuat sanksi diterapkan. "Hal ini bisa mengurangi 1,3 juta barel per hari dari pasokan global," beber Ashley Kelty dari Panmure Liberum.
Menteri minyak Iran mengatakan bahwa Teheran telah membuat rencana untuk mempertahankan produksi dan ekspor minyak serta siap menghadapi kemungkinan pembatasan minyak oleh AS, lapor situs berita kementerian, Shana.
Kenaikan harga minyak terbatas karena dolar mendekati level tertinggi tujuh bulan terhadap mata uang utama lainnya setelah data menunjukkan inflasi AS untuk Oktober naik sesuai ekspektasi, menunjukkan bahwa Federal Reserve akan terus memangkas suku bunga.
Baca Juga
Dolar yang lebih kuat membuat minyak yang dihargai dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, yang dapat mengurangi permintaan.
Data mingguan inventaris dari American Petroleum Institute, juga menjadi fokus, dengan para analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan 100.000 barel dalam stok minyak mentah pekan lalu. Data pemerintah akan dirilis pada Kamis pukul 11:00 pagi. Kedua laporan ditunda sehari karena libur Hari Veteran pada Senin.

