Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga Pinjaman 25 Bps
BEIJING, investortrust.id - China pada hari Senin (21/10/2024) menurunkan suku bunga acuan pinjaman utama sebesar 25 basis poin (bps).
Bank Sentral China (PBOC/People's Bank of China) menyatakan akan menurunkan suku bunga acuan pinjaman satu tahun (LPR) menjadi 3,1%, sementara LPR (loan prime rate) lima tahun diturunkan menjadi 3,6%. LPR satu tahun mempengaruhi pinjaman korporasi dan sebagian besar pinjaman rumah tangga di China, sedangkan LPR lima tahun berfungsi sebagai acuan untuk suku bunga hipotek.
Baca Juga
Pasar Tunggu Kelanjutan Stimulus China, Ini Paket yang Dijanjikan
Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng pada hari Jumat selama forum di Beijing telah mengindikasikan bahwa suku bunga acuan pinjaman akan diturunkan sebesar 20 hingga 25 basis poin.
Selama forum tersebut, Pan juga mengatakan bahwa jumlah uang tunai yang harus dimiliki bank, yang dikenal sebagai rasio cadangan wajib (RRR/reserve requirement ratio), dapat diturunkan sebesar 25 hingga 50 basis poin lagi pada akhir tahun, tergantung pada situasi likuiditas. Tingkat reverse repurchase tujuh hari akan diturunkan sebesar 20 basis poin, sedangkan tingkat fasilitas pinjaman jangka menengah akan diturunkan sebesar 30 basis poin.
Meskipun penurunan suku bunga acuan pinjaman sudah diantisipasi, hal ini menegaskan bahwa stimulus moneter setidaknya “terjadi dalam skala signifikan di China,” kata Shane Oliver, kepala strategi investasi dan ekonom utama di AMP. Namun, ia mencatat bahwa pemotongan ini saja tidak cukup untuk mendorong ekonomi negara, mengulangi seruan untuk stimulus fiskal yang lebih besar. "Biaya uang, pasokan uang, bukanlah masalah utama di China. Masalah sebenarnya adalah kurangnya permintaan, dan itulah mengapa saya berpikir bahwa stimulus fiskal sangat penting," papar Oliver, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Stimulus Lanjutan Masih Dibahas, Menkeu China Isyaratkan Peningkatan Defisit
Akhir bulan lalu, bank sentral China memangkas rasio cadangan wajibnya sebesar 50 basis poin. Langkah ini dilakukan ketika PBOC merilis serangkaian langkah dukungan yang ditujukan untuk menopang ekonomi China, yang menghadapi krisis properti berkepanjangan dan sentimen konsumen yang lemah. China mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga pinjaman jangka pendek dan panjang pada bulan Juli.
Pekan lalu, China melaporkan pertumbuhan PDB kuartal ketiga yang sedikit lebih baik dari yang diharapkan, yaitu sebesar 4,6% secara tahunan. Data tambahan yang dirilis pada hari Jumat, termasuk penjualan ritel dan produksi industri untuk bulan September, juga melebihi ekspektasi, sebuah tanda yang menggembirakan bagi ekonomi negara yang sedang melemah.

