Timur Tengah Masih Tegang, Wall Street Menguat Tipis
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat tipis pada penutupan Rabu waktu AS atau Kamis (3/10/2024). Indeks utama berakhir sedikit di atas garis datar di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang membebani pasar.
Baca Juga
S&P 500 naik 0,01% menjadi 5.709,54, sementara Nasdaq Composite naik 0,08% menjadi 17.925,12. Dow Jones Industrial Average naik 39,55 poin, atau 0,09%, dan berakhir di 42.196,52.
Saham Nike anjlok 6,8% setelah raksasa sepatu ini menarik proyeksi tahunan perusahaan menjelang pergantian CEO. Saham Tesla turun 3,5% setelah melaporkan jumlah pengiriman, meskipun sektor teknologi didukung oleh kenaikan saham Nvidia sebesar 1,6%.
Pasar saham AS melemah setelah Iran menembakkan rudal balistik ke Israel, yang mengurangi minat investor pada aset berisiko dan menurunkan antusiasme investor memulai bulan dan kuartal perdagangan baru. Investorkini harus bersiap menghadapi lebih banyak ketidakpastian ketika Israel memulai operasi darat ke Lebanon dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah seiring aksi kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik pada Rabu, melanjutkan lonjakan pada Selasa (1/10/2024) menyusul berita dari Timur Tengah. Saham energi sekali lagi menjadi sektor dengan kinerja terbaik di S&P 500 dan merupakan satu-satunya sektor yang naik lebih dari 1% dalam sesi tersebut. Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) naik 1%, menandai sesi positif keempat berturut-turut.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak Hampir 3% setelah Iran Tembakkan Rudal ke Israel
Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, menurun setelah lonjakan pada Selasa.
“Kami melihat pasar mengalami sedikit hambatan. Meskipun investor biasanya tidak terlalu khawatir tentang suatu peristiwa hingga ada dampak ekonomi yang jelas, kita melihat adanya kegelisahan," kata Lisa Erickson, kepala pengujian pasar publik di U.S. Bank Wealth Management, seperti dikutip CNBC.
Data ADP yang dirilis pada Rabu (2/10/2024) menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta yang lebih baik dari perkiraan pada bulan September. Data ini muncul menjelang laporan penggajian non-pertanian pada Jumat yang akan diikuti secara ketat. Data ini berperan penting dalam mempengaruhi arah pasar dan keputusan suku bunga berikutnya dari Federal Reserve.

