48 Negara Berpartisipasi di Ajang Bali International Air Show 2024
BADUNG, investortrust.id - Sebanyak 48 negara akan berpartisipasi di ajang Bali International Air Show 2024. Hal itu dikemukakan Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kasau Marsda TNI Andi Wijaya di sela Konferensi Pers di Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Selasa (17/9/2024).
Baca Juga
Pertamina Siap Pasarkan SAF di Bali Internasional Airshow 2024
“Terdiri dari perwakilan pemerintah dan kalangan bisnis,” ujar Andi.
Bali International Air Show (BIAS) 2024 akan digelar di Pulau Dewata pada 18-21 September. Ajang kedirgantaraan bertaraf internasional ini akan diisi dengan diskusi panel, pameran, dan berbagai atraksi.
Andi menekankan, gelaran BIAS 2024 bertujuan untuk meningkatkan industri aviasi atau penerbangan. “Selain untuk meningkatkan industri aviasi, juga untuk meningkatkan hubungan diplomatik antarmiliter yang diundang. Dengan ajang ini, kita berharap terjalin hubungan yang baik antarnegara,” papar Andi Wijaya, yang pernah menjadi tenaga ahli di Lemhanas tahun 2021.
Kegiatan untuk mengangkat industri aviasi Indonesia ini sempat vakum selama 28 tahun. Ajang semacam ini terakhir kali digelar pada 1996 di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.
Untuk mendukung penyelenggaraan BIAS 2024, kata Andi, TNI AU mengirim alutsista dan atraksi aerobatik dari Tim Jupiter TNI AU.
CEO PT Inaro Tujuh Belas Andy Wismarsyah mengatakan BIAS 2024 merupakan tempat bertemunya para pegiat aviasi.
“Ini tempat berkumpul, berbagi ide tentang teknologi baru untuk dunia aviasi yang kami yakin belum ada (di Indonesia) 20 tahun lebih, ini tempat di mana pegiat aviasi seluruh Indonesia dan juga negara tetangga bisa berkumpul dan membuat proses bisnis,” ujar Andy, yang juga bertindak selaku panitia pameran kedirgantaraan internasional itu.
Ada aksi aerobatik di udara dan pameran di apron Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar.
Dikatakan, meski Indonesia terlihat gagah dengan keberhasilan TNI AU mendatangkan F35 milik Australia untuk aksi aerobatik, hal itu bukanlah dimaksudkan untuk gagah-gagahan.
“Ini bukan ingin menunjukkan betapa hebatnya kita, bukan area pertunjukan siapa yang kuat siapa yang hebat, ini berkumpul untuk berkolaborasi bertukar pikiran, makanya ada forum yang membicarakan masa depan,” kata Andy.
Selama Bali International Airshow berlangsung para pegiat industri aviasi dapat menyaksikan empat kali atraksi dalam sehari oleh Tim Aerobatik Jupiter TNI AU dan Tim Aerobatik Neptunus TNI AL, serta manuver dari F35 milik Australia khusus pada 19-20 September 2024.
Baca Juga
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Bali International Airshow 2024
Diskusi Panel
Selain pameran dan atraksi dirgantara, BIAS juga diisi dengan diskusi panel yang relevan dengan dunia aviasi. Diskusi panel tentang industri penerbangan dan pertahanan akan menghadirkan pembicara dari pemerintah dan narasumber yang kompeten di bidangnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan sebelumnya mengatakan ajang BIAS merupakan bukti komitmen Indonesia untuk menjadi yang terdepan dalam pengembangan penerbangan dan pertahanan yang berkelanjutan.
"Seiring dengan tujuan kami untuk mempromosikan peran Indonesia sebagai pemimpin global dalam industri penerbangan dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF), kami mengumpulkan para pakar global untuk berbagi wawasan dan berkolaborasi dalam membentuk masa depan sektor-sektor krusial ini," ucapnya.
Pembicara yang akan hadir dalam sesi diskusi inti bertajuk "Bali Airshow Special Dialogue" yakni Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Mohamad Tonny Harjono dan Presiden Airbus Asia Pasifik Anand Stanley.

