Gambaran Ekonomi Memburuk, Yield USTreasury 10Y Jatuh di Bawah 4%
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury turun pada hari Kamis (1/8/2024). Investor mencerna komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengisyaratkan penurunan suku bunga pada bulan September. Selain itu, lonjakan klaim pengangguran AS juga menimbulkan kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS.
Baca Juga
Powell Indikasikan Pemangkasan Suku Bunga September, Ini Syaratnya
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang dijadikan patokan diperdagangkan pada 3,981%, mencapai level terendah sejak 2 Februari. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2-tahun merosot menjadi 4,156%.
Imbal hasil turun pada hari Rabu setelah Powell mengisyaratkan penurunan suku bunga pada bulan September setelah pertemuan bank sentral bulan Juli.
“Pengertian luas dari komite ini adalah bahwa perekonomian bergerak mendekati titik di mana wajar untuk menurunkan suku bunga kebijakan kami,” katanya.
Powell menambahkan The Fed akan mempertimbangkan data ekonomi, ekspektasi dan risiko serta sinyal inflasi dan pasar tenaga kerja, dan akan memberikan respons yang sesuai dengan faktor-faktor ini, “penurunan suku bunga kebijakan kami dapat dilakukan segera setelah pertemuan berikutnya di bulan September.” dia berkata.
Data yang dirilis Kamis pagi mengisyaratkan memburuknya gambaran ekonomi. Klaim pengangguran awal melonjak menjadi 249.000 untuk pekan yang berakhir pada 27 Juli, jauh di atas perkiraan Dow Jones sebesar 235.000. Klaim lanjutan juga naik ke level tertinggi sejak November 2021.
Baca Juga
Klaim Pengangguran AS Melonjak ke Level Tertinggi dalam 11 Bulan, Ini Penyebabnya
Indeks manufaktur ISM berada pada angka 46,8, jauh di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 48,9. Angka di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi dalam aktivitas ekonomi di sektor ini.
“Penurunan ISM hanyalah tanda terbaru dari menurunnya kondisi pertumbuhan domestik, dan tanda lain bahwa The Fed seharusnya memulai siklus pelonggarannya kemarin daripada menunggu hingga September,” tulis Adam Crisafulli dari Vital Knowledge, seperti dikutip CNBC.

