Nikkei Jepang Terperosok di Tengah Penguatan Pasar Asia
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia Pasifik sebagian besar menguat pada hari Jumat (26/7/2024), setelah aksi jual pada hari Kamis menyebabkan beberapa indeks di wilayah tersebut mencapai level terendah dalam beberapa bulan.
Baca Juga
Pasar Asia Merosot Ikuti Irama Wall Street, Nikkei Turun Tajam
Nikkei 225 Jepang adalah yang paling menonjol, memperpanjang penurunan untuk hari kedelapan berturut-turut. Mengutip CNBC, indeks Nikkei merosot 0,53& menjadi 37,667.41.Topix kehilangan 0,38% ditutup pada 2,699.54, terendah sejak 26 April.
Produsen chip Renesas Electronics jatuh untuk hari kedua berturut-turut, anjlok lebih dari 5% pada hari Jumat memimpin kerugian dalam indeks. Hal ini membawa harga sahamnya ke level terendah sejak April.
Renesas mengalami penurunan laba bersih sebesar 29% pada paruh pertama tahun ini, dengan Nikkei melaporkan bahwa Presiden Hidetoshi Shibata mengakui bahwa perusahaan tersebut “salah menilai permintaan peralatan industri.” Berbeda dengan kebanyakan perusahaan Jepang, tahun finansial Renesas dimulai pada 1 Januari.
Aksi jual pada hari Kamis mengakibatkan kapitalisasi pasarnya terpangkas 760 miliar yen ($4,9 miliar) dalam satu hari.
Beberapa produsen mobil Jepang juga melemah, dengan Nissan turun 3,88% setelah mengumumkan hasil buruk untuk kuartal pertama yang berakhir pada 30 Juni. Laba operasional anjlok lebih dari 99% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba bersih anjlok 72,9%.
Secara terpisah, Reuters melaporkan bahwa Honda akan menutup pabriknya di Tiongkok dan menghentikan produksi di pabrik lain, dengan maksud untuk mulai memproduksi lebih banyak kendaraan listrik. Saham Honda kehilangan 0,28% pada hari Jumat.
Di Asia, para trader juga menilai data inflasi bulan Juli di ibu kota Jepang, Tokyo, yang secara luas dianggap sebagai indikator utama tren nasional.
Inflasi umum di Tokyo sedikit melambat menjadi 2,2% di bulan Juli dari 2,3% di bulan Mei, sementara tingkat inflasi inti – yang tidak memperhitungkan harga makanan segar – tetap tidak berubah di angka 2,2%, sejalan dengan ekspektasi.
Tingkat inflasi “inti dari inti”, yang tidak mencakup harga makanan segar dan energi dan diawasi oleh Bank of Japan, turun menjadi 1,5% dari 1,8%.
Yen juga akan diawasi dengan ketat, setelah menguat tajam terhadap dolar dalam seminggu terakhir. Mata uang tersebut saat ini diperdagangkan pada 153,9 terhadap greenback.
Baca Juga

