Dikenal Jadi Sarang Bandar, Filipina Mau Tutup Judi Online
JAKARTA, investortrust.id - Kabar mengejutkan datang dari Filipina yang selama ini dikenal menjadi sarang operator perjudian online (judi online) . Pemerintah Filipina dikabarkan akan mencabut izin operasional operator judi online yang beroperasi di negara tersebut.
Pencabutan izin operasional judi online akan dilakukan oleh Philippine Amusement and Gaming Corp (PAGCOR) atau Perusahaan Hiburan dan Permainan Filipina. Perusahaan yang mengatur aktivitas judi online itu diketahui bertanggung jawab langsung ke presiden.
Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Dia meminta PAGCOR untuk mencabut izin operasional judi online atau Philippine Offshore Gaming Operators (POGO).
Marcos Jr beralasan, operator judi online dari luar negeri disinyalir memiliki hubungan dengan kegiatan kriminal di Filipina. Dia memberikan tenggat waktu hingga akhir tahun ini kepada PAGCOR untuk menjalankan perintah tersebut.
Baca Juga
Jokowi Ingatkan Perwira TNI-Polri soal Ancaman Perang Siber hingga Judi Online
"Tidak ada masalah dalam penutupan POGO karena saya akan menggunakan perintah presiden dan asas keamanan nasional," kata Ketua PAGCOR Alejandro Togco, mengutip Reuters pada Rabu (24/7/2024).
Keputusan untuk menutup operasional judi online di Filipina akan berdampak pada 42 operator yang mempekerjakan 40.000 warga Filipina dan 23.000 warga asing. Jumlah tersebut sudah jauh berkurang dari sebelum pandemi Covid-19 yang sempat mencapai 300 operator.
Selain pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Filipina dan negara-negara lainnya di dunia, operator judi online memilih untuk meninggalkan negara tersebut karena ketatnya aturan pajak.
Lebih lanjut, Tengco menyebut penutupan operasional judi online membuat Pemerintah Filipina akan kehilangan sekitar 23 miliar peso atau sekitar Rp 6,48 triliun per tahun dari biaya perizinan dan pajak. Angka yang terlihat besar itu ternyata hanya menyumbang 0,5% terhadap angka Produk Domestik Bruto (PDB) Filipina menurut Sekretaris Perencanaan Ekonomi Filipina Arsenio Balisacan.
"Manfaat melarang POGO lebih besar daripada kerugiannya,” jelasnya. China telah mendesak Filipina untuk melarang judi online untuk mendukung tindakan tegas perjudian lintas batas.
Baca Juga
BNI Blokir 214 Rekening yang Terindikasi Terlibat Judi Online
China sebelumnya sudah mendesak Filipina untuk menutup operasional judi online yang banyak dimainkan oleh warga negaranya. Pemerintah China melarang operasional judi online di negara walaupun warga negaranya diketahui gemar bermain judi.
Terkait dengan penutupan operasional judi online, Pemerintah Filipina akan menindaklanjuti dampak dari keputusan tersebut. Kementerian Keuangan dan Kementerian Ketenagakerjaan memastikan akan membantu pekerja operator judi online dengan melakukan program pelatihan dan jaminan sosial.

