Tunggu Data Inflasi Australia dan Jepang, Pasar Asia Pasifik Mayoritas Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia Pasifik sebagian besar melemah pada hari Senin (24/06/2024). Investor menunggu data inflasi dari Australia dan Jepang akhir pekan ini.
Baca Juga
Pasar Asia ‘Mixed’, Indeks Nikkei Jatuh Setelah Rilis Data inflasi Jepang
Rilis indeks harga konsumen Australia bulan Mei, yang dijadwalkan pada hari Rabu, akan menjadi fokus setelah Gubernur Reserve Bank of Australia Michelle Bullock mengungkapkan bank sentral membahas kenaikan suku bunga pada pertemuan terakhirnya.
Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan dan mendorong RBA untuk menaikkan suku bunga, maka RBA akan menjadi bank sentral besar Asia-Pasifik pertama yang melakukan hal itu ketika investor sedang menunggu penurunan suku bunga, kecuali Jepang.
RBA memiliki dua data inflasi yang perlu dipertimbangkan – 26 Juni dan 31 Juli – sebelum pertemuan berikutnya pada 6 Agustus.
S&P/ASX 200 Australia turun 0,65%.
Nikkei 225 Jepang naik 0,24%, sedangkan Topix menguat 0,26%, satu-satunya tolok ukur utama di Asia yang berada di wilayah positif.
Pada hari Senin, Bank of Japan (BOJ) mengungkapkan pihaknya membahas kenaikan suku bunga selama pertemuan kebijakan moneter bulan Juni. Namun demikian, dikatakan, setiap perubahan dalam tingkat suku bunga kebijakan harus dipertimbangkan hanya setelah indikator-indikator ekonomi mengkonfirmasi bahwa, misalnya, tingkat inflasi CPI sudah jelas mulai pulih dan ekspektasi inflasi jangka menengah dan panjang telah meningkat.
Pekan lalu, Gubernur BOJ Kazuo Ueda menyatakan kepada parlemen negaranya bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga segera setelah pertemuan bulan Juli.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,1%, dan CSI 300 Tiongkok daratan kehilangan 0,5%. Tiongkok melaporkan penurunan pendapatan fiskal sebesar 2,8% pada lima bulan pertama tahun 2024 dibandingkan tahun 2023, yang melebar dari penurunan tahun-ke-tahun sebesar 2,7% pada bulan Januari hingga April.
Untuk bulan Mei saja, pendapatan fiskal turun 3,2% yoy (year on year), penurunan yang lebih lambat dibandingkan penurunan 3,7% di bulan April.
Kospi Korea Selatan merosot 0,82%, dan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melemah 1,08%.
Pada hari Jumat di AS, S&P 500 melemah karena saham pemimpin pasar Nvidia merosot pada hari kedua.
Saham Nvidia turun 3,2%. Pada hari Kamis, saham mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebelum ditutup lebih rendah lebih dari 3%.
Secara keseluruhan, S&P turun 0,16%, sedangkan Nasdaq Composite merosot 0,18%. Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04%.
“Saham teknologi terus menjadi sorotan,” kata Emily Roland, salah satu kepala strategi investasi di John Hancock Investment Management, seperti dikutip CNBC. Pekan lalu, Nvidia menjadi saham yang begitu berpengaruh di pasar, dan menjadi pendorong utama pergerakan pasar.
Baca Juga
Wall Street Mayoritas Melemah, Indeks S&P 500 Melorot Tertekan Nvidia

