BRICS Sepakati Deklarasi New Delhi, Dorong Komitmen Jadi Hasil Nyata
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Negara-negara anggota BRICS menyepakati Deklarasi New Delhi yang menegaskan pentingnya menerjemahkan berbagai komitmen bersama menjadi langkah dan hasil nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran Global South (Selatan Global) dalam membentuk masa depan dunia.
Deklarasi tersebut disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu (12/9/2026). Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, perubahan lanskap global menuntut pembaruan terhadap institusi-institusi internasional, terutama dalam hal representasi, daya tanggap, dan aturan keterlibatan.
Menurut Modi, kekuatan BRICS harus diarahkan untuk mempersempit kesenjangan antara komitmen dan hasil. Karena itu, Deklarasi New Delhi menjadi pijakan bersama untuk memastikan berbagai kesepakatan yang telah dibuat tidak berhenti sebagai dokumen politik.
Baca Juga
Pemimpin BRICS Berkumpul di New Delhi, Indonesia Perjuangkan 5 Agenda Strategis
"Kita harus bekerja melalui kemitraan dan aksi kolektif untuk menjembatani kesenjangan antara komitmen dan hasil. Deklarasi New Delhi yang diadopsi hari ini memberikan arah yang jelas bagi tekad bersama kita. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk menerjemahkan komitmen-komitmen ini menjadi hasil yang nyata,” ujar Modi.
Presiden RI Prabowo Subianto sejalan dengan pandangan tersebut. Menurut Prabowo, kekuatan kolektif BRICS harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperbesar ruang bagi negara-negara Global South untuk menentukan arah masa depannya sendiri.
“Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan. Kekuatan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat kita. Kekuatan yang memungkinkan Global South memiliki suara yang lebih besar dalam membentuk masa depannya sendiri,” ujar Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Hadiri KTT BRICS 2026, Tegaskan Peran Aktif Indonesia dalam Tata Kelola Global
Kepala Negara menegaskan, kekuatan kolektif tersebut juga harus dimanfaatkan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Kerja sama di antara negara-negara BRICS perlu diarahkan agar suara dan kepentingan negara-negara Global South semakin diperhitungkan dalam tata kelola global.
“Kekuatan yang sama juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita diperhitungkan,” tandas Prabowo.
