Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT ke-18 BRICS sebagai Anggota Penuh
JAKARTA, investortrust.id - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Air Force Station (AFS) Palam, New Delhi, India, Jumat (11/9/2026) pukul 22.00 waktu setempat (WS). Kehadiran Prabowo di New Delhi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang akan berlangsung pada 12-13 September 2026.
Di bandara, ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Negara Urusan Batu Bara dan Pertambangan India Shri Satish Chandra Dubey, KUAI KBRI New Delhi Yudho Sasongko, Atase Pertahanan RI di India Brigjen TNI (Mar) Burhanudin, Kepala Komandan AFS Palam Brigjen Rishabh Mittal, dan Additional Secretary (South) Kementerian Luar Negeri India Prashant Agrawal.
Baca Juga
Presiden Prabowo Tiba di New Delhi untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo juga menerima penyambutan berupa jajar pasukan kehormatan serta penampilan budaya dan tarian tradisional India.
Kehadiran Prabowo dalam KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh menjadi bagian dari langkah Indonesia untuk memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral. Keikutsertaan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong terbentuknya tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, inklusif, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.
Dalam KTT ke-18 BRICS yang diselenggarakan di India, para pemimpin negara anggota akan membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan kerja sama antarnegara berkembang. Pertemuan tersebut juga diharapkan mendorong langkah-langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi di bidang pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan.
Baca Juga
30 Gebrakan Prabowo yang Ubah Lanskap Kehidupan Kelas Menengah
Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (11/9/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam penerbangan menuju New Delhi, Presiden turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
