Pidato di EEF Rusia, Prabowo Dapat 8 Kali Applause
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Sepanjang pidato, Prabowo mendapat sedikitnya delapan kali tepuk tangan atau applause dari para delegasi yang hadir, termasuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kehormatan dan kerahaman yang diterimanya dalam kunjungan ke Rusia kali ini. Prabowo mengaku ingin membalas kerahaman Putin dan para delegasi di Indonesia. Pernyataan Prabowo ini disambut tepuk tangan.
"Ini adalah kelima kalinya sejak saya menjadi Presiden Indonesia, saya bertemu dengan Presiden Putin. Saya menantikan untuk membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari anda di Indonesia," ujar Prabowo.
Baca Juga
Tepuk tangan kedua diterima Prabowo saat menegaskan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif dengan prinsip nonblok. Indonesia, katanya, siap bekerja sama dengan seluruh mitra secara berdaulat dan setara.
"Bagi kami, seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Kita datang ke Saint Petersburg untuk menjalin persahabatan, dan kini kita datang ke Vladivostok untuk mengubah persahabatan tersebut menjadi hasil-hasil yang pragmatis," kata Prabowo.
Selanjutnya, Prabowo juga mendapat tepuk tangan saat mengenang persahabatan Indonesia dan Rusia yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade. Bahkan, kata Prabowo, Uni Soviet merupakan salah satu negara yang mendukung Indonesia di awal kemerdekaan.
"Kami mengingat sejarah tersebut dan kami tidak pernah melupakan sahabat-sahabat kami," katanya.
Applause berikutnya diterima saat Prabowo mengungkap pepatah Rusia "odin v pole ne voin yang berarti tidak ada kemenangan jika berjuang sendirian. Prabowo mengatakan, pepatah Rusia tersebut serupa dengan filosofi Indonesia, yakni gotong royong.
"Saya mengerti bahwa orang Rusia memiliki pepatah, 'odin v pole ne voin'. Tidak akan ada kemenangan jika Anda berjuang sendirian. Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama, kami menyebutnya 'gotong royong', beban berat menjadi ringan saat kita memikulnya bersama," kata Prabowo.
Applause kelima diterima saat Prabowo mengajak Rusia untuk menjalin kerja sama konkret. Prabowo mengajak Rusia untuk membangun kerja sama rute pengapalan dan penerbangan secara langsung. Selain itu, Prabowo juga mengajak Rusia untuk meningkatkan kerja sama di bidang pangan, pupuk, energi, obat-obatan, dan teknologi. Prabowo berharap setiap kesepakatan yang dihasilkan di Vladivostok dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat kedua negara.
"Biarlah tercatat dari forum ini bahwa di saat sebagian pihak lain sibuk membangun tembok pemisah, kita justru membangun jembatan," tegasnya.
Prabowo bahkan mendapat applause panjang saat mengakhiri pidatonya dengan ucapan terima kasih dalam sejumlah bahasa, termasuk bahasa Rusia. Tak hanya, tepuk tangan juga diterima Prabowo saat akan kembali ke tempat duduknya dan menundukkan kepala kepada para delegasi.
Selain saat berpidato, Prabowo juga mendapat tepuk tangan meriah saat menjawab pertanyaan moderator mengenai keseimbangan hubungan Indonesia dengan Rusia dan negara-negara Barat. Kepala Negara menegaskan Indonesia memegang teguh prinsip nonblok dan tidak bergabung dengan aliansi militer mana pun. Indonesia, katanya, menghormati seluruh kekuatan.
Baca Juga
Di EEF, Prabowo: Pasifik Bukan Pemisah, tetapi Jalan Raya Ekonomi RI–Rusia
Demikian juga di bidang ekonomi. Dikatakan, Indonesia independen dan ingin bekerja sama dengan seluruh negara mitra secara setara dan adil. Ditegaskan, Indonesia tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan, hubungan Indonesia dengan Rusia sudah terjalin sangat dan panjang.
"Dan kami sangat terbuka. Kami katakan bahwa saat kami masih lemah, saat kami masih menjadi republik yang muda, tidak banyak orang yang benar-benar memikirkan kami. Pada saat itu, ya, Uni Soviet membantu Indonesia ketika kami masih sangat lemah. Jadi, semua orang tahu sejarah ini dan kami tidak malu dengan sejarah ini. Terima kasih," kata Prabowo yang disambut gemuruh para delegasi yang hadir.
