Safari Kuliner hingga Lomba 17an, Warnai Semangat Perayaan HUT RI ke-81 di Yaounde
Poin Penting
|
JAKARTA, Investotrust.id - Kedutaan Besar Republi Indonesia (KBRI) Yaounde, Kamerun menggelar serangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-81. Mengawali kegiatan, KBRI Younde menggelar upacara bendera dan peringatan Hari ASEAN ke-59 bersama komunitas warga negara Indonesia (WNI) dan warga Kamerun.
Setelah upacara, KBRI Yaounde menggelar perlombaan khas masyarakat di Tanah Air. Lomba makan kerupuk, memindahkan air, hingga menggiring bola dengan terong digelar.
Kemeriahan bertambah karena perlombaan tak hanya diikuti WNI, melainkan juga tamu dan komunitas yang hadir. Kegiatan ini mempererat hubungan Indonesia dengan Kamerun.
WNI asal Makassar, Morissa merasakan kebahagiaan dalam peringatan ini.
“Meskipun jauh dari Tanah Air, aku bisa merasakan kembali kehangatan khas Indonesia melalui momen-momen seperti ini. Dan yang paling penting, bertemu lagi dengan kuliner Indonesia,” kata Morissa.
Dalam gelaran tersebut tampak hadir, pesepak bola Kamerun yang pernah bermain di PSIS Semarang, Simon Atangana. Dalam HUT RI tersebut, Simon membawa bendera Merah Putih yang didapat ketika PSIS meraih juara Liga Indonesia musim 1998/1999.
Perayaan juga dirasakan warga Filipina, Joice. Sebagai seorang dari komunitas ASEAN, dia mengapresiasi peran dan keberadaan KBRI Yaounde. Baginya, KBRI Yaounde menjadi “rumah” bagi komunitas ASEAN di Kamerun.
Baca Juga
Kala Simponi Indonesia Raya dan Tabola Bale Bergema di Bogota
Diplomasi singkong goreng
Beberapa hari sebelum perayaan HUT RI ke-81, KBRI Yaounde juga menggelar program Safari Kuliner Indonesia. Beberapa makanan khas Indonesia seperti bakwan, pisang goreng, dan singkong goreng dikenalkan KBRI Yaounde di Kampung Tsinga, Younde, Rabu (12/8/2026).
Uniknya, bahan-bahan yang digunakan sangat familiar bagi masyarakat setempat. Namun, melalui teknik pengolahan dan racikan yang berbeda, bahan yang sehari-hari mereka jumpai dapat berubah menjadi kudapan dengan cita rasa khas Indonesia.
Begitu bakwan, pisang goreng, dan singkong goreng dibagikan, suasana pun semakin meriah. Para ibu dan anak-anak tampak antusias mencicipi satu per satu, diselingi senyum dan komentar tentang rasa yang mereka temukan.
“Saya senang sekali. Ternyata bahan yang biasa kami gunakan bisa diolah dengan cara yang berbeda dan menghasilkan rasa yang unik. Saya ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah,” ujar Jamilatou, salah seorang warga yang berpartisipasi.
Kemeriahan berlanjut ketika staf KBRI mengajak anak-anak menari bersama dengan iringan lagu- lagu populer Indonesia, seperti “Stecu-Stecu” dan “Maumere”. Anak-anak dengan cepat mengikuti gerakan dan bahkan menunjukkan kreativitas mereka sendiri. Tawa dan tepuk tangan pun pecah, membuat suasana kampung sore itu terasa semakin hangat.
Duta Besar RI, Agung Cahaya Sumirat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan flagship baru KBRI Yaounde dalam mempromosikan Indonesia kepada publik Kamerun, khususnya melalui pendekatan humanis. Program serupa akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai komunitas di Kamerun.
Melalui Safari Kuliner Indonesia, KBRI Yaounde berharap semakin banyak masyarakat Kamerun mengenal Indonesia melalui pengalaman yang dekat, sederhana, dan menyenangkan, sekaligus memperkuat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Kamerun.

